BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar.
Kegiatan bertema “Penguatan Peran Bahasa Indonesia di Era Kompetisi Global” itu diperkirakan diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas pengelola program studi, dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara sahabat.
Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., kepada media, Selasa (5/8/2026), mengatakan kepercayaan menjadikan Unismuh Makassar sebagai tuan rumah merupakan momentum penting memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
“Rakernas ini tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin organisasi. Forum ini harus melahirkan rekomendasi akademik dan program strategis yang mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan bahasa Indonesia di era global dan transformasi digital,” ujarnya.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar itu menjelaskan rangkaian kegiatan diawali Rakernas X IKAPROBSI pada 7 Agustus 2026, dilanjutkan Seminar Internasional pada 8–9 Agustus 2026 yang menghadirkan 140 pemakalah dari Indonesia maupun luar negeri melalui sidang paralel.
Menurut Prof Andis, seminar internasional tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara utama, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Sulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., Ketua Komisi X DPR RI, Wali Kota Makassar, perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia, serta Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPROBSI, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi.
Selain itu, seminar juga menghadirkan pemakalah dari Malaysia dan Mesir sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik internasional.
“Seminar ini menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, pengelola program studi, guru, mahasiswa, dan praktisi untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Indonesia sekaligus memperluas perannya di tingkat global,” katanya.
Ia menilai perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta perubahan ekosistem pendidikan tinggi menuntut program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terus melakukan inovasi.
Karena itu, Rakernas akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, internasionalisasi program studi, hingga penguatan penjaminan mutu akademik.
“Bahasa Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis sebagai bahasa ilmu pengetahuan, diplomasi, dan komunikasi internasional. Perguruan tinggi harus mampu merespons perubahan tersebut melalui inovasi pembelajaran dan kolaborasi lintas institusi,” ujar Prof Andis.
Ia menambahkan, forum tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai ajang memperluas kerja sama antarkampus melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Unismuh Makassar telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU memberi dukungan penuh dengan menyiapkan Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar beserta seluruh fasilitas pendukung sebagai lokasi penyelenggaraan seminar internasional.
Sementara itu, kepanitiaan diketuai oleh Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., dengan Dr. Muh. Akhir, M.Pd. sebagai Sekretaris Panitia dan Prof. Dr. Munira, M.Pd. sebagai Bendahara Panitia.
Panitia juga menyiapkan layanan penjemputan peserta di bandara, akomodasi, transportasi, serta 12 mahasiswa yang bertugas sebagai liaison officer (LO) untuk mendampingi peserta selama mengikuti seluruh agenda kegiatan.
Selain Rakernas dan seminar internasional, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Sosialisasi Peraturan LAMDIK 3.0 khusus Program Studi S1, S2, dan S3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Panitia juga akan menyerahkan Piala Bergilir dan Piala Tetap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Dosen dan Mahasiswa.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, pembukaan kegiatan akan ditandai dengan tabuhan gendang khas Makassar, sedangkan pada malam keakraban (gala dinner), seluruh peserta diminta mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing sebagai simbol keberagaman budaya yang dipersatukan oleh Bahasa Indonesia.
“Melalui Rakernas X dan Seminar Internasional ini kami berharap lahir rekomendasi strategis yang memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan, sekaligus memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional antarprogram studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,” tandas Prof Andis. ***


















