BERITASEMBILAN.Com-Palopo. Pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Aplikasi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palopo bekerja sama dengan APKS, SLCC, dan Perempuan PGRI Kota Palopo resmi ditutup di Mess PGRI Kota Palopo, Ahad (2/8/2026).
Kegiatan bertema “PGRI POWER” (Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellent, and Resilience) tersebut diikuti guru dari berbagai sekolah di Kota Palopo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik menghadapi transformasi digital.
Ketua PGRI Kota Palopo, Drs. Basman, S.H., M.M., saat menutup kegiatan menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi membangun budaya inovasi di kalangan guru.
Ia mengajak seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi ditularkan kepada guru-guru lain di sekolah masing-masing.
“Pelatihan ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Guru hebat adalah guru yang tidak pernah berhenti mengembangkan diri,” ujar Basman.
Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah berbagai aspek pendidikan sehingga guru dituntut mampu beradaptasi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, serta sesuai kebutuhan peserta didik.
“Guru harus terus melahirkan inovasi dalam pembelajaran agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kota Palopo,” katanya.
Ketua Panitia, Hakim, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pelatihan dilaksanakan selama dua hari secara luring, kemudian dilanjutkan dengan dua hari pendampingan (coaching) bersama fasilitator agar seluruh peserta mampu menuntaskan aplikasi pembelajaran yang dikembangkan.
Ia mengatakan seluruh kegiatan diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen PGRI Kota Palopo dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang teknologi digital.
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini kami menghadirkan narasumber dan pendamping yang memiliki kompetensi pada bidang teknologi digital, Artificial Intelligence, pengembangan aplikasi, serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi secara bertahap, mulai dari penyusunan prompt, pengenalan antarmuka Gemini, analisis kebutuhan aplikasi, penyusunan blueprint, hingga pembangunan sistem berbasis Google Spreadsheet.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembuatan API login, API dashboard, API CRUD, API database berbantuan Gemini, hingga proses publikasi aplikasi berbasis web.
Pada hari kedua, peserta mengembangkan berbagai fitur lanjutan seperti dashboard guru dan kepala sekolah, sistem asesmen, generator modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), bank soal, Computer Based Test (CBT), sistem penilaian, rekap nilai, serta integrasi Google Apps Script dan Blogger.
Seluruh aplikasi kemudian diuji pada perangkat desktop, tablet, dan telepon pintar sebelum dipublikasikan.
Fasilitator pelatihan, Sahrir, M.Pd., mengapresiasi kemampuan peserta yang dinilai cepat memahami materi meskipun pelatihan berlangsung dengan jadwal yang padat.
“Peserta sudah sangat baik memahami materi yang disampaikan. Memang masih ada beberapa kendala, tetapi tidak terlalu berat karena rata-rata peserta merupakan tenaga IT yang diutus sekolah masing-masing. Pelatihan seperti ini sangat membantu guru agar tetap mampu bersaing di era teknologi dan transformasi digital,” katanya.
Sebagai bagian dari evaluasi, panitia memberikan kesempatan kepada peserta mempresentasikan aplikasi yang telah dikembangkan. Presentasi diwakili Nasruddin, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 7 Palopo yang memaparkan proses pengembangan aplikasi pembelajaran mulai dari tahap perancangan hingga implementasi.
Sebagian besar peserta berhasil menyelesaikan aplikasi sesuai target, sedangkan peserta yang masih memerlukan penyempurnaan akan mengikuti pendampingan lanjutan melalui sesi coaching pada hari ketiga dan keempat.
Melalui program PGRI POWER, PGRI Kota Palopo berharap lahir ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kapasitas guru menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 melalui pemanfaatan Artificial Intelligence secara produktif dan bertanggung jawab.


















