BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Majelis Pengurus Pusat Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (MPP ADPERTISI) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Samsul Rizal SE MM.
Almarhum meninggal dunia secara tiba-tiba pada Sabtu (1/8/2026), sekitar pukul 11.55 Wita, dalam perjalanan dari kediamannya di Kompleks Perumahan Berlian Indah, Kabupaten Gowa, menuju Rumah Sakit Haji Makassar.
Sekretaris Jenderal MPP ADPERTISI, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA, mengatakan, kepergian Samsul Rizal meninggalkan duka sekaligus kekosongan besar bagi seluruh keluarga besar ADPERTISI.
“Atas nama pengurus dan seluruh keluarga besar Majelis Pengurus Pusat Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, kami menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Dr Samsul Rizal,” kata Ibrahim Pratama kepada media, Sabtu (2/8/2026).
Menurut Ibrahim, almarhum merupakan sosok pengabdi sejati yang memiliki komitmen tinggi terhadap perjuangan dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Selama sekitar lima tahun terakhir hingga akhir hayatnya, Samsul Rizal aktif sebagai pengurus MPP ADPERTISI dan terlibat dalam berbagai agenda organisasi.
Ia selalu hadir dalam kegiatan rapat kerja, rapat pleno, konsolidasi organisasi, hingga pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional yang digelar ADPERTISI di sejumlah daerah.
“Dalam setiap kegiatan, kehadiran almarhum selalu menjadi penyejuk dan penguat bagi pengurus maupun anggota. Beliau aktif bukan karena mengejar jabatan, melainkan karena kecintaannya terhadap profesi dosen dan komitmennya kepada organisasi,” ujarnya.
Aktif Mengawal Hak Dosen PTS
Ibrahim mengatakan, Samsul Rizal dikenal sebagai akademisi yang memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen perguruan tinggi swasta.
Pemikiran, gagasan, serta pandangannya ikut mewarnai perjuangan ADPERTISI dalam mengawal hak, kesejahteraan, dan martabat dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Almarhum juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun serta memperkuat jaringan ADPERTISI, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Beliau adalah jembatan, pemersatu, dan salah seorang penjaga marwah ADPERTISI. Kontribusinya sangat terasa, terutama dalam memperkuat jejaring dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia Timur,” kata Ibrahim.
Samsul Rizal juga dikenal mudah berkomunikasi dan mampu membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan.
Sikap ramah, terbuka, dan penuh kekeluargaan membuat almarhum diterima oleh para pengurus, dosen, maupun mitra organisasi di berbagai daerah.
Ibrahim menambahkan, Samsul Rizal tidak hanya hadir secara formal dalam struktur kepengurusan. Almarhum selalu meluangkan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk menyukseskan setiap program organisasi.
“Beliau tidak sekadar mencantumkan nama sebagai pengurus. Dalam setiap kegiatan, beliau hadir, bekerja, memberikan gagasan, dan ikut mencari jalan keluar ketika organisasi menghadapi persoalan,” jelasnya.
Teladan di Kampus dan Organisasi
Selain aktif di ADPERTISI, Samsul Rizal merupakan dosen tetap FEB Unismuh Makassar.
Hingga akhir hayatnya, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Dekan IV FEB Unismuh Makassar.
Menurut Ibrahim, almarhum meninggalkan keteladanan dalam dua ruang pengabdian, yakni sebagai pendidik di lingkungan perguruan tinggi dan sebagai penggerak organisasi profesi dosen.
Di kampus, Samsul Rizal dikenal sebagai pendidik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki tanggung jawab tinggi terhadap tugas akademik.
Sementara di ADPERTISI, ia dikenal sebagai organisatoris yang ikhlas, pekerja keras, dan memiliki pandangan jauh ke depan.
“Almarhum mewariskan keteladanan ganda. Di kampus, beliau adalah pendidik yang berilmu dan berakhlak. Di organisasi, beliau merupakan penggerak yang ikhlas dan visioner,” tutur Ibrahim.
Kepergian Samsul Rizal, lanjut Ibrahim, tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, FEB dan Unismuh Makassar, tetapi juga bagi komunitas dosen perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Meski demikian, semangat pengabdian, integritas, serta gagasan almarhum akan terus dikenang dan menjadi teladan bagi para pengurus dan anggota ADPERTISI.
“Kepergian beliau meninggalkan kekosongan besar. Namun, warisan dedikasi, integritas, dan semangat pengabdiannya akan terus hidup serta menjadi teladan bagi kami semua,” katanya.
Pengabdian Menjadi Lentera
Ibrahim bersama keluarga besar MPP ADPERTISI mendoakan agar seluruh amal ibadah Samsul Rizal diterima Allah SWT.
Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi kepergian almarhum.
“Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya, menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Ibrahim menutup testimoninya dengan menyampaikan penghormatan terakhir kepada sahabat sekaligus rekan seperjuangannya tersebut.
“Selamat jalan Bapak Dr Samsul Rizal. Pengabdianmu adalah lentera bagi kami di ADPERTISI,” kata Ibrahim Pratama.
Selain menjadi pengurus MPP ADPERTISI, Samsul Rizal juga tercatat sebagai anggota Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Almarhum meninggalkan jejak pengabdian dalam bidang pendidikan, organisasi profesi, dan Persyarikatan Muhammadiyah.***


















