Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

LLDIKTI Wilayah IX Bekali Dosen Kuasai AI, Kepala LLDIKTI: Jadikan AI Sahabat, Bukan Pengganti Akademisi

×

LLDIKTI Wilayah IX Bekali Dosen Kuasai AI, Kepala LLDIKTI: Jadikan AI Sahabat, Bukan Pengganti Akademisi

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara menggelar Workshop Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi Dosen di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IX Angkatan I di Aula Kantor LLDIKTI Wilayah IX, Jalan Bung, Makassar, Senin (3/8/2026).

Workshop yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Agustus 2026, tersebut diikuti dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.

Example 300x600

Kegiatan dibuka oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Artificial Intelligence telah menjadi bagian dari kehidupan modern sehingga dosen harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara bijaksana.

“AI saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan, dunia kerja, dan berbagai aktivitas manusia. Karena itu, AI harus menjadi sahabat dosen, bukan musuh. Kita tidak bisa lagi mengabaikan perkembangan teknologi ini,” ujar Andi Lukman.

Menurutnya, kehadiran AI telah mengubah berbagai aspek pendidikan tinggi, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, hingga pengambilan keputusan akademik.

Ia mengingatkan bahwa dosen harus terus memperbarui pengetahuan agar tidak tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kalau dosen tidak terus memperbarui pengetahuan dan metode pembelajarannya, bukan tidak mungkin mahasiswa memiliki informasi yang lebih mutakhir. Sistem pembelajaran harus berubah menjadi lebih adaptif, kolaboratif, partisipatif, dan berpusat pada mahasiswa,” katanya.

Andi Lukman menegaskan, AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan kualitas akademik, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis seorang dosen.

“Yang paling penting adalah menjaga etika, integritas, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab akademik. Jangan menyerahkan seluruh proses akademik kepada AI. AI membantu pekerjaan kita, tetapi tidak menggantikan kemampuan intelektual dosen,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan literasi digital dan kompetensi dosen menjadi salah satu prioritas LLDIKTI Wilayah IX dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berkualitas.

Pada sesi materi, Ahmad Fausi, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memaparkan materi bertajuk “Pemanfaatan AI dalam Menyiapkan Sumber dan Media Pembelajaran Perkuliahan.”

Ahmad Fausi menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra akademik dalam menyusun sumber belajar, mengembangkan media pembelajaran, hingga memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“AI dapat menjadi teman berdiskusi untuk menemukan ide-ide penelitian, menyusun rancangan media pembelajaran, hingga membantu menyiapkan draft artikel ilmiah yang nantinya dapat dikembangkan menjadi publikasi bereputasi internasional,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan etika akademik.

“AI harus digunakan secara etis. Jangan menjadikan AI sebagai pengganti kemampuan berpikir. Dosen tetap harus melakukan analisis, verifikasi, dan penyempurnaan terhadap setiap hasil yang diberikan AI,” katanya.

Menurut Ahmad Fausi, pemanfaatan AI secara tepat dapat mempercepat penyusunan bahan ajar, pengembangan metode pembelajaran, hingga penyusunan proposal penelitian tanpa mengurangi kualitas akademik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahryddin, S.T., M.M., beserta jajaran LLDIKTI Wilayah IX.

Salah seorang peserta, Darmawati, S.E., M.Ak., dosen Program Studi Akuntansi STIE Makassar Maju, menilai workshop tersebut membuka wawasan dosen agar terus mengikuti perkembangan teknologi dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Workshop ini membuka pola pikir dosen agar selalu up to date terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sehingga mampu mentransfer wawasan yang lebih relevan kepada mahasiswa. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dosen sekaligus memperkuat literasi digital,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, Andi Aris Mattunruang, S.E., M.Sc. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mampu memberikan pemahaman baru mengenai pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi.

“Workshop ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk mendukung transformasi digital perguruan tinggi,” katanya.

Melalui workshop tersebut, LLDIKTI Wilayah IX berharap dosen semakin siap memanfaatkan Artificial Intelligence secara bertanggung jawab sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat tanpa mengabaikan etika dan integritas akademik.

Workshop ini dilaksanakan kantor LLDIKTI IX dalam tiga angkatan,  angkatan pertama, 3-4 Agustus 2026, angkatan kedua, 5-6 Agustus 2026 dan angkatan ketiga 7-8 Agustus 2026. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *