Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Wamen Diktisaintek Prof Dr Fauzan Kukuhkan Maba UMSI, Ingatkan IPK Bukan Lagi Satu-satunya Ukuran Keberhasilan

×

Wamen Diktisaintek Prof Dr Fauzan Kukuhkan Maba UMSI, Ingatkan IPK Bukan Lagi Satu-satunya Ukuran Keberhasilan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Sinjai. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof Dr Fauzan, M.Pd., mengukuhkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (14/9/2026).

Pengukuhan mahasiswa baru dirangkaikan dengan kuliah umum bertajuk “Menjadi Mahasiswa Kini Menyongsong Indonesia Emas.”

Example 300x600

Pada kuliah umum tersebut, Prof Fauzan mengingatkan mahasiswa baru bahwa keberhasilan menempuh pendidikan tinggi tidak lagi cukup diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan seberapa cepat menyelesaikan kuliah.

Mahasiswa, kata dia, dituntut memiliki kompetensi, menghasilkan karya, mampu menyelesaikan persoalan serta memberi kontribusi kepada masyarakat dan bangsa.

“Ukuran keberhasilan mahasiswa bukan lagi sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan kelulusan, melainkan apa yang ia kuasai, apa yang ia ciptakan, masalah apa yang mampu ia selesaikan, dan kontribusi apa yang ia berikan kepada bangsa,” ujar Prof Fauzan.

Siapkan Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045

Di hadapan mahasiswa baru UMSI, Prof Fauzan menjelaskan Indonesia 2045 membutuhkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik.

Generasi muda juga dituntut mampu menghadapi ketidakpastian, menciptakan kebaruan, menguasai teknologi, membangun ekonomi, menjaga moralitas serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Karena itu, ia mendorong terjadinya perubahan paradigma mahasiswa.

Cara pandang lama yang hanya berorientasi pada kuliah, mengumpulkan SKS, lulus dan kemudian mencari pekerjaan perlu bergeser.

Mahasiswa Indonesia menuju 2045, menurutnya, harus menjadi pembelajar aktif, mencari pengalaman, menghasilkan karya, memiliki kemampuan memimpin serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Prof Fauzan juga menjabarkan 10 profil utama Mahasiswa Indonesia 2045.

Di antaranya menjadi pemikir kritis, penguasa teknologi, inovator kreatif, manusia beretika hingga generasi yang mampu mengambil peran sebagai pembangun bangsa.

Tak Cukup Belajar di Ruang Kelas

Prof Fauzan menegaskan mahasiswa unggul tidak dapat dibentuk hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Menurutnya, diperlukan sinergi lima ekosistem dalam proses pembentukan mahasiswa.

Kelima ekosistem tersebut yakni ekosistem akademik, inovasi, industri, sosial dan kewargaan, serta ekosistem global.

Sinergi tersebut membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, masyarakat dan jejaring global.

Dengan demikian, pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi tidak hanya diperoleh melalui proses perkuliahan formal.

Mahasiswa juga perlu memperluas pengalaman melalui aktivitas inovasi, organisasi, interaksi sosial, dunia kerja serta jejaring nasional dan internasional.

Groundbreaking Gedung Pusat Perkantoran UMSI

Sebelum pengukuhan mahasiswa baru dan kuliah umum, kunjungan Wamendiktisaintek diawali dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Perkantoran UMSI.

Peletakan batu pertama menjadi penanda pengembangan infrastruktur kampus untuk mendukung peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan UMSI.

Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri rangkaian kegiatan kunjungan Wamendiktisaintek) RI, Prof Dr Fauzan, Bupati Sinjai

Dra. Hj. RATNAWATI ARIF, M.Si dan pejabat daerah lainnya. Hadir pula Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Prof dr Budu, Ph.D., Sp.M(K) dan pimpinan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Erwin Akib, M.Pd., Ph.D.

Selain itu, hadir unsur Badan Pembina Harian UMSI Drs H A Mulawangsa, M.H., jajaran Senat UMSI, Rektor UMSI, para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, Direktur Pascasarjana, pimpinan lembaga, biro dan UPT serta ketua dan sekretaris program studi.

Dosen, sivitas akademika serta pimpinan lembaga kemahasiswaan UMSI juga mengikuti kegiatan tersebut.

Pengukuhan mahasiswa baru dan kuliah umum itu menjadi bagian dari awal perjalanan akademik mahasiswa UMSI.

Pesan yang ditekankan Prof Fauzan adalah mahasiswa tidak cukup mengejar nilai dan gelar.

Mahasiswa harus mampu mengubah pengetahuan menjadi kompetensi, karya, solusi dan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *