BERITASEMBILAN.Com-Jeneponto. Sebanyak 84 guru mengikuti Training of Trainers (ToT) Artificial Intelligence (AI) dalam program PGRI Power Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 6-7 Oktober 2026, di Aula Siswa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.
ToT tersebut menjadi bagian dari upaya PGRI Kabupaten Jeneponto menyiapkan trainer yang nantinya melakukan pengimbasan keterampilan koding dan kecerdasan artifisial kepada guru di cabang masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris PGRI Kabupaten Jeneponto, Sirajuddin, S.Pd., M.Pd., kepada media Selasa 6 Oktober 2026 mengatakan, peserta berasal dari 13 cabang dan cabang khusus PGRI di Kabupaten Jeneponto.
“Minimal lima orang setiap cabang dan cabang khusus dari 13 cabang/cabang khusus. Total peserta yang hadir 84 orang,” kata Sirajuddin dalam laporannya.
Kegiatan PGRI Power Kabupaten Jeneponto mengangkat tema “Guru Adaptif Teknologi, Pendidikan Maju, Indonesia Emas” dengan materi utama “Merancang Ekosistem AI untuk Pendidikan.”
84 Peserta Disiapkan Jadi Trainer
Sirajuddin menjelaskan, pola ToT dipilih agar dampak pelatihan tidak berhenti pada 84 peserta.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan kembali ke wilayah masing-masing dan menjadi trainer untuk mengimbaskan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh kepada guru lainnya.
Dengan demikian, penguasaan koding dan AI diharapkan dapat menjangkau guru secara lebih luas melalui jaringan PGRI hingga tingkat cabang.
Pelatihan dibimbing Sudirman, S.Pd.I. dan Sukmawati, S.Pd., Gr., yang menjadi trainer dalam program PGRI Power di Jeneponto.
Materi diarahkan pada peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung pembelajaran.
Disdikbud Jeneponto: Jangan Ada Lagi Guru Tidak Paham Teknologi
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Basri, S.Pd., M.M., saat membuka acara mengatakan PGRI Power merupakan program yang dilaksanakan secara terstruktur sebagai bagian dari Gerakan Nasional PGRI 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI.
Menurut Basri, ToT menjadi langkah penting karena peserta tidak hanya diposisikan sebagai penerima materi.
Mereka diharapkan menjadi trainer setelah kembali ke cabang masing-masing.
“TOT dilakukan sebagai langkah pengimbasan. Diharapkan setiap peserta setelah pelatihan menjadi trainer di cabangnya masing-masing,” kata Basri.
Ia menilai kemampuan menguasai teknologi semakin penting bagi guru di tengah perkembangan digitalisasi pendidikan.
Karena itu, guru perlu meningkatkan kemampuan dalam koding dan AI serta memahami pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.
Basri berharap tidak ada lagi guru yang tertinggal dalam perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan digitalisasi pembelajaran.
PGRI Jeneponto Dorong Guru Adaptif
Program tersebut dilaksanakan di bawah kepemimpinan Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto Zaidil Amin, S.Pd., bersama Sekretaris Sirajuddin.
PGRI Jeneponto menempatkan ToT sebagai tahap untuk memperluas gerakan peningkatan kompetensi digital guru.
Melalui skema pengimbasan, 84 peserta diharapkan menjadi penggerak di 13 cabang dan cabang khusus sehingga pengetahuan tentang koding dan AI dapat diteruskan kepada lebih banyak guru.
Program PGRI Power juga membawa semangat agar teknologi tidak menggantikan posisi guru, tetapi menjadi perangkat yang membantu pendidik menciptakan pembelajaran lebih inovatif.
PGRI Jeneponto berharap guru semakin adaptif menghadapi perubahan teknologi sekaligus mampu memanfaatkannya secara tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan menyiapkan trainer dari masing-masing cabang, gerakan 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI di Jeneponto diharapkan terus berkembang setelah ToT berakhir dan menjangkau guru hingga ke satuan pendidikan. ***


















