BERITASEMBILAN.Com-Bulukumba. Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan. Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si, meninggal dunia pada Jumat sore, 12 Juni 2026, di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba, serta berbagai kalangan yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si, bersama Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I hadir melayat di rumah sakit, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang sosok almarhum sebagai akademisi dan pemimpin perguruan tinggi yang memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Dr. H. Jumase Basra, Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba,” ujar Andi Lukman kepada media Jumat sore 12 Juni 2026.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok akademisi, pendidik, dan pemimpin perguruan tinggi yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di Kabupaten Bulukumba dan kawasan Indonesia Timur.
Pada berbagai kesempatan berinteraksi, Andi Lukman menilai almarhum sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun kualitas institusi yang dipimpinnya.
“Beliau adalah sosok yang selalu membangun komunikasi yang baik, terbuka terhadap berbagai gagasan kemajuan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
Di bawah kepemimpinan Jumase Basra, Universitas Muhammadiyah Bulukumba menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai upaya dilakukan untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus berprestasi.
Andi Lukman menegaskan bahwa semangat pengabdian almarhum terhadap dunia pendidikan menjadi teladan bagi banyak pihak.
“Beliau adalah pemimpin yang bekerja dengan hati dan menempatkan kemajuan pendidikan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kepergian Jumase Basra merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba, tetapi juga bagi dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.
Meski demikian, ia meyakini jejak pengabdian, pemikiran, dan karya-karya yang telah ditinggalkan almarhum akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“Selamat jalan sahabat dan kolega terbaik. Jasa dan pengabdianmu untuk pendidikan tinggi akan senantiasa kami kenang,” tuturnya.
Andi Lukman juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan kekurangannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang selama ini dipimpinnya dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian. (*)


















