BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa menggelar workshop yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antarperguruan tinggi di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung 1 Universitas Bosowa, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menyelaraskan Kepakaran Dosen dengan Kurikulum, Penelitian, dan Pengabdian untuk Mewujudkan Pendidikan Tinggi Berdampak”.
Workshop ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi untuk memperkuat sinergi kelembagaan, memperluas jejaring kerja sama, serta membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tema yang diusung menegaskan pentingnya peran dosen sebagai penggerak utama pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kepakaran dosen dinilai tidak hanya sebagai kompetensi individual, tetapi juga sebagai modal strategis yang harus terintegrasi dengan pengembangan kurikulum, penelitian, dan program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, peserta workshop diajak memahami pentingnya penyelarasan bidang keahlian dosen dengan kebutuhan kurikulum dan arah pengembangan institusi. Kurikulum dipandang tidak sekadar dokumen pembelajaran, melainkan instrumen strategis dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain menjadi ruang diskusi akademik, workshop tersebut juga mendorong lahirnya berbagai gagasan kolaboratif antarperguruan tinggi. Penelitian yang dilakukan dosen diharapkan mampu menjawab persoalan aktual di tengah masyarakat, sementara kegiatan pengabdian dapat dirancang berdasarkan hasil riset dan kepakaran yang dimiliki.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan MoA antara Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Dr. A. Hamsiah, M.Pd, bersama Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPRI Makassar, Dr. Supardi Salam, S.Pd., M.Pd.
Selanjutnya, penandatanganan MoA juga dilakukan antara Fakultas Sastra Universitas Sawerigading Makassar dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPRI Makassar.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Sawerigading Makassar, Dr. Nurfajriah Basri, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Supardi Salam, S.Pd., M.Pd., selaku Dekan FKIP UPRI Makassar.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan dalam pelaksanaan berbagai program kolaboratif, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar, workshop, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat pertukaran informasi akademik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di masing-masing institusi.
Para pihak berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas.
Melalui workshop dan penandatanganan MoA ini, Universitas Bosowa, Universitas Sawerigading Makassar, dan Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar berkomitmen memperkuat mutu pendidikan tinggi serta memperluas jejaring akademik yang produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi masa kini yang menuntut lahirnya inovasi, penguatan budaya ilmiah, dan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Terjalinnya kerja sama tersebut, diharapkan berbagai program kolaboratif dapat segera direalisasikan guna mendukung pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. (*)


















