BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Atlet petanque PGRI Kabupaten Bantaeng, Jumriani, S.Pd., Gr., berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kontingen PGRI Kabupaten Bantaeng. Jumriani tampil maksimal dan sukses membawa pulang medali emas dari cabang olahraga petanque.
Jumriani lahir di Bantaeng, 2 Februari 2001. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Megarezky Makassar atau UNIMERZ. Ia masuk kuliah pada tahun 2019 dan menyelesaikan studi pada tahun 2023.
Perjalanan Jumriani di cabang olahraga petanque dimulai saat ia dikenalkan olahraga tersebut oleh pelatih dan teman-temannya.
Awalnya, ia hanya mencoba berlatih untuk menambah pengalaman. Namun, seiring waktu, ia semakin menikmati proses latihan dan termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Disiplin dan latihan yang konsisten, Jumriani mulai mengikuti berbagai kejuaraan petanque. Pengalaman tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk dirinya sebagai atlet petanque.
Sejumlah prestasi pernah ia raih. Jumriani pernah meraih juara 3 nomor triple women pada eksebisi Porda XVI tahun 2018 di Pinrang.
Ia juga mengikuti Event Olahraga Unggul Daerah tahun 2019 di Kampus Universitas Megarezky Makassar.
Pada Praporprov XVII Pangkep tahun 2021, Jumriani meraih medali perunggu nomor single women. Ia juga pernah tampil pada Porprov XVII tahun 2022 di Sinjai, Kejuaraan Petanque Sulsel Open 2022 di Kampus Universitas Megarezky Makassar, serta seleksi Prapon 2023.
Pada BK Porprov Kabupaten Bantaeng tahun 2025, Jumriani turun pada nomor double women dan berhasil lolos ke Porprov yang akan digelar di Kabupaten Wajo-Bone.
Selain aktif sebagai atlet, Jumriani juga meniti karier di dunia pendidikan. Ia pernah menjadi guru honorer di SMP Swasta Latenri Ruwa pada tahun 2024–2025. Saat ini, ia mengabdi di SMP IT Ridha Onto pada tahun 2025–2026.
Jumriani mengaku sangat bersyukur, bangga, dan bahagia setelah berhasil meraih medali emas pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap.
Kepada media Senin 6 Juli 2026, Jumriani menilai, medali emas tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan konsisten, disiplin, kekompakan, serta saling mendukung selama proses persiapan.
“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan bahagia karena berhasil meraih medali emas pada Porsenijar Sidrap. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, disiplin, kekompakan, serta saling mendukung selama proses persiapan,” ujar Jumriani.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa dari pelatih, kedua orang tua, keluarga, dan teman-temannya.
Secara khusus, Jumriani menyebut medali emas tersebut menjadi motivasi bagi dirinya bersama partner sekaligus pelatihnya, Husna, untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi di masa mendatang.
“Medali emas ini menjadi motivasi bagi saya dan partner saya sekaligus pelatih, Ibu Husna, untuk terus meningkatkan kemampuan, berlatih lebih giat, dan berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” katanya.
Jumriani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus FOPI Bantaeng dan PGRI Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya untuk tampil sebagai atlet petanque pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
Untuk menghadapi pertandingan, Jumriani menjalani persiapan secara rutin dan disiplin sesuai jadwal latihan yang diberikan pelatih.
Ia juga menjaga kondisi fisik dengan berolahraga, mengatur pola makan, dan beristirahat cukup.
Selain persiapan fisik, Jumriani juga mempersiapkan mental dengan menjaga kepercayaan diri, fokus, dan berdoa agar mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding.
Menurutnya, seluruh proses persiapan tersebut menjadi kunci sehingga ia dapat tampil maksimal dan meraih medali emas.
Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 berlangsung di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli 2026. Ajang ini diikuti kontingen PGRI dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dengan mempertandingkan cabang olahraga, seni, dan pembelajaran.
Bagi Jumriani, medali emas di Sidrap bukan akhir dari perjuangan. Prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus berlatih, menjaga disiplin, dan mengharumkan nama Bantaeng pada ajang berikutnya. (ismail).


















