Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Husna, dari Pelatih Petanque Menjadi Atlet Peraih Emas untuk Bantaeng di Porsenijar Sidrap

×

Husna, dari Pelatih Petanque Menjadi Atlet Peraih Emas untuk Bantaeng di Porsenijar Sidrap

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Bagi Husna, S.Pd., M.M., petanque bukan sekadar cabang olahraga. Di dalamnya ada proses panjang, pengabdian, kesabaran, dan keberanian untuk terus belajar.

Selama bertahun-tahun, ia lebih akrab berdiri di sisi lapangan sebagai pelatih. Namun, pada Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap, ia memilih turun sebagai atlet.

Example 300x600

Keputusan itu berbuah manis. Husna berhasil meraih medali emas cabang olahraga petanque nomor double women dan mempersembahkan prestasi membanggakan bagi Kabupaten Bantaeng.

Perempuan kelahiran Bantaeng, 31 Maret 1988, itu tinggal di Dusun Moti, Desa Bajiminasa. Ia menempuh pendidikan S1 pada Program Studi Penjasorkes, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, tahun 2006–2010.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Indonesia Timur Makassar pada 2021–2022.

Meniti karier selaku guru dimulai 2010 jadi honorer di MTs Al-Mutaallim dan mengajar bidang olahraga. Sejak 2015 pindah di SMK Darul Ulum Layoa dan mengajar bidang olahraga sampai saat ini.

Dunia olahraga sudah menjadi bagian dari hidup Husna sejak lama. Pada tahun 2010, ia mulai mengajar sebagai tenaga honorer di bidang olahraga.

Dari ruang kelas dan lapangan sekolah, ia membimbing siswa-siswinya mengikuti berbagai ajang lomba, baik tingkat sekolah maupun provinsi.

Kedekatannya dengan petanque mulai terbentuk pada 2018 saat mengikuti eksebisi cabang olahraga petanque di Pinrang. Dua tahun kemudian, pada 2020, Husna mengikuti pelatihan pelatih petanque berlisensi di Makassar.

Sejak saat itu, perannya lebih banyak sebagai pelatih dan pendamping. Pada 2021, ia mendampingi atlet dalam kegiatan Porprov cabang petanque di Pangkep. Tahun berikutnya, ia kembali mendampingi atlet pada Pekan Olahraga Daerah di Sinjai.

Pengalaman serupa berlanjut pada 2023 ketika ia mendampingi atlet PGRI di Kabupaten Soppeng. Pada 2025, Husna kembali terlibat mendampingi atlet dalam kegiatan Porprov yang dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng.

Selama kurang lebih lima tahun, Husna terbiasa menyiapkan atlet, memberi arahan, mengatur strategi, dan menjaga mental peserta. Namun, pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap, ia tidak hanya menjadi pendamping. Ia ikut masuk ke arena sebagai atlet.

“Perasaan saya ketika meraih medali pada Porsenijar PGRI Sidrap tentu bahagia dan bangga terhadap diri sendiri karena bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini,” kata Husna.

Kebanggaan itu semakin besar karena ia bertemu dan bertanding dengan atlet-atlet dari berbagai kabupaten yang memiliki pengalaman kuat. Sebagian di antaranya bahkan pernah bermain hingga tingkat nasional.

Bagi Husna, medali emas tersebut bukan hanya hasil dari kemampuan pribadi. Ada dukungan banyak pihak yang ikut mengantarnya sampai ke podium tertinggi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus FOPI dan PGRI Kabupaten Bantaeng yang telah memberi dukungan dan kepercayaan kepadanya untuk tampil sebagai atlet petanque.

“Selama kurang lebih lima tahun, saya hanya ikut berkegiatan dan terlibat sebagai pelatih. Karena itu, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pengurus FOPI dan PGRI Kabupaten Bantaeng yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk ikut bermain sebagai atlet,” ujarnya.

Sebelum bertanding, Husna mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Baginya, persiapan utama bukan hanya latihan fisik, teknik, dan mental. Doa menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan.

Ia juga menyebut dukungan orang-orang terdekat, keluarga, dan teman-teman sebagai energi besar dalam menghadapi pertandingan.

“Persiapan utama tentu jangan lupa berdoa dan harus ada dukungan dari orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman. Kemudian persiapan lainnya adalah fisik, teknik, dan mental agar bisa tampil maksimal demi nama baik Kabupaten Bantaeng,” katanya.

Medali emas di Sidrap menjadi babak baru dalam perjalanan Husna. Ia membuktikan bahwa seorang pelatih juga dapat kembali masuk arena, bertanding, dan menang.

Dari lapangan latihan, ia belajar menuntun atlet. Dari arena pertandingan, ia belajar kembali menguji diri sendiri.

Bagi Husna, kemenangan tidak hanya berarti mengalahkan lawan. Kemenangan juga berarti mengalahkan rasa ragu, tekanan, dan batas-batas yang kadang dibuat oleh diri sendiri.

“Menang bukanlah segalanya, tetapi menang adalah mengalahkan apa pun yang ada di urutan kedua. Salam olahraga,” ujarnya.

Kini, emas yang diraih Husna bukan sekadar medali bagi Bantaeng. Prestasi itu juga menjadi cerita tentang keberanian seorang guru olahraga yang tidak berhenti bertumbuh—dari pelatih, pendamping, hingga akhirnya berdiri sebagai atlet juara. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *