Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Abdul Hafid Guru SMPN 12 Parepare Raih Medali Perunggu Tenis Meja Beregu di Porsenijar PGRI Sulsel 2026  

×

Abdul Hafid Guru SMPN 12 Parepare Raih Medali Perunggu Tenis Meja Beregu di Porsenijar PGRI Sulsel 2026  

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Abdul Hafid, S.Ag., M.Pd., guru UPTD SMP Negeri 12 Parepare, menjadi salah satu atlet PGRI Kota Parepare yang tampil pada cabang lomba tenis meja beregu campuran di Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap.

Dia berhasil mengalahkan lawan tanding keluar jadi juara 3  dan meraih medali perunggu untuk tenis meja beregu.

Example 300x600

Guru Madya kelahiran Palanro, 6 September 1974, itu mengaku bersyukur dapat memperkuat kontingen PGRI Kota Parepare pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Bagi Abdul Hafid, tampil di Porsenijar bukan hanya soal mengejar medali. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang pembuktian bahwa guru juga dapat menjadi teladan melalui sportivitas, kerja keras, dan semangat berprestasi.

“Motivasi terbesar saya ikut Porsenijar cuma satu, biar guru juga bisa jadi teladan, bukan hanya lewat kata-kata di kelas,” kata Abdul Hafid.

Abdul Hafid menyelesaikan pendidikan S1 di STAI DDI Mangkoso Barru, Jurusan Tarbiyah, pada tahun 1999. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Parepare, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Konsentrasi Teknologi Pembelajaran, dan selesai pada tahun 2019.

Ia mulai mengabdi sebagai guru di Kota Parepare sejak tahun 2003. Perjalanan panjangnya sebagai pendidik disebutnya sebagai proses belajar yang penuh keringat, tawa, dan pelajaran hidup.

Menurut Abdul Hafid, masa awal menjadi guru bukan masa yang mudah. Ia harus belajar menyusun perangkat pembelajaran, menghadapi dinamika kelas, dan memahami karakter peserta didik.

Namun, dari proses itu ia menyadari bahwa guru bukanlah orang yang selalu paling pintar, melainkan orang yang terus mau belajar.

“Guru bukan yang paling pintar, tapi yang paling mau belajar,” ujarnya.

Seiring waktu, Abdul Hafid mulai menemukan gaya mengajarnya. Ia aktif mengikuti pelatihan, kegiatan organisasi PGRI, menjadi pembina ekstrakurikuler, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah.

Baginya, guru tidak hanya hadir di kelas. Guru juga dapat menjadi pembina, pelatih, panitia, motivator, bahkan orang tua kedua bagi peserta didik.

Di bidang olahraga, Abdul Hafid memiliki pengalaman cukup panjang. Ia pernah meraih juara 1 tenis meja putra tingkat Kota Parepare dan juara 3 tenis meja ganda putra Korpri tingkat Provinsi.

Selain olahraga, ia juga memiliki prestasi di bidang seni, yakni juara 1 lomba seni kaligrafi tingkat kota. Ia juga pernah meraih juara 3 guru berprestasi.

Pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap, Abdul Hafid turun pada cabang tenis meja beregu campuran. Ia mengaku bangga saat nama Parepare disebut dalam ajang tersebut.

“Alhamdulillah, rasanya campur aduk. Ada haru dan bangga karena nama Parepare bisa dibawa dan dikenang baik oleh kabupaten lain,” katanya.

Menurutnya, medali yang diraih kontingen Parepare memiliki makna besar. Di dalamnya ada doa orang tua, dukungan keluarga, semangat Pemerintah Kota Parepare, pengurus PGRI, panitia, pelatih, dan rekan-rekan atlet.

“Semoga medali ini menjadi bukti bahwa guru Parepare tidak hanya hebat di kelas, tetapi juga di arena,” ujarnya.

Menghadapi Porsenijar, Abdul Hafid menjalani latihan bersama tiga kali dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, dan Sabtu. Di luar jadwal tersebut, ia tetap memanfaatkan waktu untuk latihan mandiri.

Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga fisik dan kesehatan, latihan teknik, penguatan mental, hingga menyiapkan perlengkapan dan administrasi pertandingan.

Ia juga menekankan pentingnya doa dan restu keluarga sebelum bertanding.

Menurut Abdul Hafid, dukungan terbesar datang dari banyak pihak. Mulai dari keluarga, sekolah, kepala sekolah, rekan guru, peserta didik, hingga PGRI Kota Parepare.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Parepare selaku pembina dan penasihat PGRI, Wakil Wali Kota Parepare, pengurus PGRI Kota Parepare, pelatih, serta teman-teman atlet.

“Dukungan itu datang dari rumah, dari sekolah, dan dari PGRI. Jadi kemenangan ini milik kita bersama, bukan milik saya pribadi,” katanya.

Abdul Hafid mengakui, proses latihan tidak selalu mudah. Tantangan terbesar, menurutnya, bukan hanya menghadapi lawan, tetapi juga mengalahkan diri sendiri.

Namun, ia percaya setiap tantangan dapat dilewati dengan kesabaran, kerja sama, dan semangat untuk terus melangkah.

“Tantangan terbesar bukan lawannya, tapi diri sendiri. Cara mengatasinya hanya satu, jalan terus, selangkah demi selangkah, bareng-bareng,” ujarnya.

Ia berharap PGRI Kota Parepare terus menjadi rumah bagi guru-guru yang ingin tumbuh melalui olahraga, seni, dan pembelajaran.

Abdul Hafid juga mengajak guru-guru lain agar terus berani berprestasi dan mengembangkan potensi diri.

“Ayo tunjukkan bahwa kita bukan hanya pencetak juara, tetapi kita juga bisa menjadi juaranya. Medali boleh siapa saja yang bawa pulang, tetapi semangatnya harus milik kita semua,” katanya.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 berlangsung di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli 2026. Ajang ini diikuti kontingen PGRI dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dengan mempertandingkan cabang olahraga, seni, dan pembelajaran. (suci noviayu).***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *