BERITASEMBILAN.Com-Kendari. Dosen Institut Mekongga Kendari, Abdul Harris, S.T., M.H., memberi apresiasi terhadap kiprah Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia atau ADPERTISI.
Ia menilai, ADPERTISI selama ini memiliki komitmen kuat dalam memperkuat jejaring akademik nasional melalui berbagai program yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
“Sebagai dosen di Institut Mekongga, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ADPERTISI atas komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik nasional melalui berbagai program yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” kata Abdul Harris, kepada media, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Abdul Harris, salah satu program penting yang telah dijalankan ADPERTISI adalah Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM Nasional.
Program tersebut menjadi ruang kolaborasi strategis bagi para dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia mengatakan, melalui kolaborasi lintas institusi dan lintas disiplin ilmu, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi lebih relevan dan adaptif.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
“PKM Nasional yang diinisiasi ADPERTISI menjadi ruang kolaborasi yang sangat strategis bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, dosen dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya.
Abdul Harris juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di tengah era transformasi digital saat ini.
Menurutnya, literasi digital menjadi kebutuhan utama, tidak hanya bagi dosen, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat.
Ia menjelaskan, literasi digital dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Di sisi lain, literasi digital juga memperkuat kemampuan mahasiswa dan masyarakat dalam mengakses, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara kritis, etis, dan produktif.
“Literasi digital sangat penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.
Abdul Harris menilai, pendekatan integrasi lintas bidang ilmu yang dikembangkan ADPERTISI merupakan langkah strategis dalam menghasilkan solusi yang lebih komprehensif terhadap tantangan pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi antara ilmu hukum, teknik, kesehatan, pendidikan, lingkungan, ekonomi, teknologi informasi, dan ilmu sosial memungkinkan lahirnya inovasi yang lebih aplikatif.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga menyebutkan, program-program yang dijalankan ADPERTISI secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs.
Salah satunya adalah SDG 4, yakni Quality Education atau pendidikan berkualitas.
Menurut Abdul Harris, dukungan terhadap SDG 4 terlihat melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pengembangan kompetensi dosen, pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning, serta perluasan akses terhadap literasi digital.
Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi multidisiplin juga dinilai berkontribusi terhadap SDG 11, yakni Sustainable Cities and Communities.
Kontribusi tersebut terlihat dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat menuju lingkungan yang lebih aman, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari sivitas akademika Institut Mekongga, Abdul Harris berharap ADPERTISI terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi swasta di Indonesia.
Ia juga berharap ADPERTISI terus mendorong inovasi akademik, meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas jejaring kolaborasi nasional maupun internasional.
“Dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, dan inovasi, saya yakin ADPERTISI akan memberikan kontribusi yang semakin besar dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Abdul Harris menambahkan, kiprah ADPERTISI juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
Ia berharap ke depan ADPERTISI semakin memperkuat perannya sebagai organisasi dosen yang mampu menghadirkan manfaat bagi dunia pendidikan tinggi dan masyarakat luas.***


















