Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Sekjen Ibrahim Pratama Dorong Pelaku Usaha Desa Mattoanging Perkuat Strategi Bisnis dan Pemasaran Digital di PKM Nasional ADPERTISI

×

Sekjen Ibrahim Pratama Dorong Pelaku Usaha Desa Mattoanging Perkuat Strategi Bisnis dan Pemasaran Digital di PKM Nasional ADPERTISI

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Koordinator Kelompok XV PKM Nasional ADPERTISI di Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA., membawakan materi tentang Klinik Bisnis.

Materi tersebut mengangkat tema “Klinik Bisnis: Strategi dan Solusi untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis”.

Example 300x600

Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Nasional ADPERTISI yang digelar di Kabupaten Maros, Selasa, 30 Juni 2026.

Ibrahim Pratama, yang juga berasal dari STIEM Bongaya Makassar, menekankan pentingnya pelaku usaha memahami kondisi bisnis yang sedang dijalankan.

Menurutnya, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki produk yang baik, tetapi belum mampu berkembang secara maksimal karena belum memiliki strategi pengelolaan usaha yang terarah.

“Klinik bisnis ini bertujuan membantu pelaku usaha melihat kembali kondisi usahanya, mulai dari produk, pemasaran, keuangan, pelayanan, hingga strategi pengembangan usaha,” kata Dosen Dipekerjakan LLDIKTI IX di STIEM Bongaya ini.

Ia menjelaskan, peningkatan kinerja bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk.

Lebih dari itu, pelaku usaha juga perlu memahami manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengelolaan pelanggan, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital.

Menurut tokoh demonstran mahasiswa pada masanya ini, pelaku usaha di desa memiliki potensi besar untuk berkembang.

Namun, potensi tersebut harus didukung kemampuan membaca peluang pasar, menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan membangun kepercayaan konsumen.

“Usaha kecil harus dikelola dengan cara yang lebih tertib. Pelaku usaha perlu tahu berapa modal yang digunakan, berapa biaya produksi, berapa keuntungan, dan bagaimana strategi agar produk bisa diterima pasar,” tegas salah seorang pendiri ADPERTISI ini.

Dalam pemaparannya, Ibrahim juga menyoroti pentingnya pencatatan keuangan sederhana.

Ia mengatakan, pencatatan keuangan menjadi dasar penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas.

Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui apakah usaha yang dijalankan mengalami keuntungan, kerugian, atau membutuhkan perbaikan pada aspek tertentu.

“Sering kali pelaku usaha merasa usahanya berjalan, tetapi tidak mengetahui secara pasti kondisi keuangannya. Karena itu, pencatatan sederhana sangat penting agar usaha dapat dikontrol dan dikembangkan,” jelasnya.

Selain aspek keuangan, kandidat doktor ilmu manajemen Pascasarjana UMI ini juga mendorong pelaku usaha memperkuat strategi pemasaran.

Ia mengatakan, pemasaran tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan media digital, marketplace, dan jaringan komunitas.

Menurutnya, era digital membuka peluang besar bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan produk secara lebih luas.

Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kemampuan menjaga kualitas layanan, menyajikan informasi produk secara jelas, dan membangun komunikasi yang baik dengan konsumen.

“Digitalisasi membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar. Tetapi produk harus dikemas dengan baik, informasinya jelas, dan pelayanan kepada konsumen juga harus dijaga,” katanya.

Ibrahim juga menekankan pentingnya inovasi dalam mengembangkan usaha.

Pelaku usaha didorong untuk tidak hanya mempertahankan cara lama, tetapi juga berani melakukan perubahan sesuai kebutuhan pasar.

Inovasi dapat dilakukan melalui pengembangan varian produk, peningkatan kualitas, perbaikan kemasan, penggunaan teknologi, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Ia menambahkan, pelaku usaha perlu membangun jejaring dengan pemerintah desa, koperasi, perguruan tinggi, komunitas bisnis, dan lembaga pendukung usaha.

Jejaring tersebut dinilai penting untuk membuka akses informasi, pelatihan, permodalan, pemasaran, dan pendampingan usaha.

“Usaha akan lebih kuat jika tidak berjalan sendiri. Pelaku usaha perlu membangun jejaring agar bisa memperoleh informasi, dukungan, dan peluang kerja sama,” ujarnya.

PKM Nasional ADPERTISI Kelompok XV di Desa Mattoanging diterima langsung oleh Kepala Desa Mattoanging, Amiruddin, S.E., di Kantor Desa Mattoanging.

Amiruddin, S.E., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen ADPERTISI di desanya.

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan ilmu, wawasan, dan pengalaman baru dari kalangan akademisi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada ADPERTISI dan seluruh peserta PKM Nasional yang telah hadir di Desa Mattoanging. Kehadiran para dosen tentu menjadi kebanggaan bagi kami, karena masyarakat dapat memperoleh tambahan ilmu, wawasan, dan pengalaman baru,” kata Amiruddin, S.E.

Selain materi Klinik Bisnis, Kelompok XV PKM Nasional ADPERTISI juga membawakan materi Etika dalam Penggunaan Teknologi Digital dan Media Sosial, serta materi Memperkuat Kelompok Tani Menuju Pertanian Maju dan Sejahtera.

Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA., berharap kegiatan PKM Nasional ADPERTISI di Desa Mattoanging dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap materi klinik bisnis dapat membantu pelaku usaha mengevaluasi kondisi usahanya dan menyusun strategi pengembangan yang lebih baik.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk mulai memperbaiki cara mengelola bisnis. Dengan strategi yang tepat, usaha kecil dapat berkembang dan memberi dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” tandas Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA.

Kegiatan PKM Nasional ADPERTISI di Desa Mattoanging menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para dosen hadir memberikan edukasi, pendampingan, dan solusi praktis sesuai bidang keilmuan masing-masing.***

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *