BERITASEMBILAN.Com-Maros. Dosen Universitas Handayani Makassar, Arnida Idrus, S.E., M.Si., membawakan materi tentang strategi pemasaran digital pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Nasional ADPERTISI di Desa Marannu, Maros, Selasa 30 Juni 2026.
Pada kegiatan tersebut, Arnida Idrus menyampaikan materi bertajuk “Strategi Memasarkan Produk Perikanan dan Pertanian melalui Media Digital untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Marannu Kecamatan Lau.”
Kegiatan ini diikuti masyarakat, kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, serta pengurus koperasi desa.
Arnida Idrus, mengatakan, Desa Marannu memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, potensi tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi apabila didukung dengan strategi pemasaran yang tepat, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Transformasi digital tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengubah pola pemasaran menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasar,” kata Arnida
Ia menjelaskan, produk lokal desa memiliki peluang besar untuk bersaing apabila mampu dipasarkan secara kreatif melalui media digital.
Melalui teknologi informasi, masyarakat desa tidak lagi hanya bergantung pada pola pemasaran konvensional.
Produk pertanian dan perikanan dapat diperkenalkan ke pasar yang lebih luas melalui media sosial, WhatsApp Business, marketplace, katalog digital, serta jaringan komunitas daring.
“Produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing apabila dipasarkan melalui media digital secara tepat,” ujarnya.
Pada pemaparannya, Arnida menjelaskan sejumlah strategi praktis yang dapat diterapkan masyarakat desa.
Di antaranya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penggunaan WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, pembuatan katalog digital, teknik fotografi produk, branding, pembuatan konten pemasaran, serta strategi membangun kepercayaan konsumen.
Ia menekankan, pemasaran digital tidak cukup hanya dengan mengunggah foto produk.
Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas foto, kejelasan informasi produk, harga, kemasan, kecepatan merespons pelanggan, serta konsistensi dalam membangun citra produk.
Menurut Arnida media digital dapat menjadi pintu masuk bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM desa untuk meningkatkan pendapatan.
Namun, keberhasilan pemasaran digital harus didukung dengan kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, serta kerja sama antarpelaku usaha di tingkat desa.
Selain membahas pemasaran digital, Arnida juga menekankan pentingnya peran koperasi desa.
Ia menyebut, koperasi desa dapat menjadi pusat pengelolaan, distribusi, dan pemasaran produk masyarakat.
Di era digital, koperasi tidak lagi hanya menjalankan fungsi simpan pinjam.
Koperasi juga perlu berkembang menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam tata kelola organisasi, administrasi, pemasaran, dan pelayanan kepada anggota.
“Koperasi desa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. Koperasi dapat menjadi wadah bersama untuk memperkuat pemasaran produk pertanian, perikanan, dan UMKM masyarakat,” jelasnya.
Arnida menilai, penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi menjadi faktor penting dalam membangun koperasi yang profesional dan berdaya saing.
Pengurus koperasi perlu memahami administrasi, pencatatan usaha, pelayanan anggota, pemasaran digital, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Dengan pengelolaan yang baik, koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Koperasi juga dapat membantu petani, nelayan, dan pelaku UMKM dalam memperkuat posisi tawar, memperluas akses pasar, serta membangun rantai nilai usaha yang lebih kuat.
Melalui kegiatan PKM Nasional ADPERTISI ini, Arnida berharap masyarakat Desa Marannu semakin memahami pentingnya transformasi digital dalam pengembangan ekonomi desa.
Ia juga berharap peserta dapat mempraktikkan materi yang diberikan, terutama dalam memasarkan produk lokal secara lebih kreatif dan terarah.
“Harapan kami, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan nilai jual produk, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Handayani Makassar turut berkontribusi dalam memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Arnida berharap, pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut agar masyarakat, kelompok tani, nelayan, UMKM, dan koperasi desa semakin siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
Penguatan literasi digital, pengelolaan koperasi yang modern, serta pemasaran produk yang lebih baik, masyarakat Desa Marannu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.***


















