Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

PKM Nasional ADPERTISI Kelompok 12 di Benteng Gajah Maros, Perkuat Petani Pisang Cavendish Lewat Teknologi dan Koperasi Desa

×

PKM Nasional ADPERTISI Kelompok 12 di Benteng Gajah Maros, Perkuat Petani Pisang Cavendish Lewat Teknologi dan Koperasi Desa

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kelompok 12 Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Benteng Gajah, Maros, Selasa 30 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas kelompok tani, khususnya pada pengembangan komoditas unggulan pisang Cavendish.

Example 300x600

PKM tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna, penguatan infrastruktur pendukung produksi, peningkatan literasi hukum, serta manajemen koperasi desa.

Kegiatan ini diikuti kelompok tani, pengurus koperasi desa, aparat pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, menyampaikan apresiasi kepada tim dosen ADPERTISI yang telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian.

Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa sangat penting dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada ADPERTISI atas pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Desa Benteng Gajah memiliki potensi besar pada komoditas pisang Cavendish,” ujar Ansar.

Ia berharap pendampingan teknologi, penguatan koperasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat dapat mendorong produktivitas serta kesejahteraan petani.

“Melalui pendampingan teknologi, penguatan koperasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat, kami berharap produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat. Pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program seperti ini,” katanya.

Kegiatan PKM Kelompok 12 mengintegrasikan tiga tema utama.

Ketiganya yakni penguatan kelompok tani melalui teknologi tepat guna dan digitalisasi koperasi desa, penguatan infrastruktur pendukung produksi berbasis koperasi desa, serta literasi hukum dan manajemen koperasi desa sebagai strategi penguatan kelompok tani.

Ketiga tema tersebut dirancang sebagai satu kesatuan program pemberdayaan agar mampu menjawab kebutuhan kelompok tani secara menyeluruh.

Pada sesi teknologi tepat guna, tim dosen memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi budidaya pisang Cavendish.

Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, proses penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan tanaman masih dilakukan secara manual.

Kondisi tersebut membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang cukup besar.

Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai alternatif penerapan teknologi yang lebih efisien, sederhana, dan sesuai dengan kondisi desa.

Selain budidaya, tim PKM juga memberikan pengetahuan mengenai pengolahan hasil pertanian.

Selama ini, pengolahan pisang menjadi keripik masih dilakukan menggunakan peralatan sederhana sehingga kapasitas produksi dan kualitas produk belum optimal.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan konsep teknologi tepat guna untuk mendukung proses pengirisan, penirisan minyak, pengemasan, dan penataan ruang produksi.

Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk olahan pisang yang lebih berkualitas serta memiliki nilai tambah ekonomi.

Pada bidang infrastruktur, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya penyediaan sarana pendukung produksi.

Sarana tersebut meliputi rumah produksi, gudang penyimpanan hasil panen, ruang pengemasan, serta penataan fasilitas kerja yang mendukung efisiensi produksi.

Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil panen, menjaga mutu produk, serta meningkatkan daya saing komoditas lokal.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi hukum dan manajemen koperasi desa.

Materi yang disampaikan meliputi tata kelola organisasi, administrasi, pembukuan sederhana, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi administrasi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan koperasi kepada anggota.

Sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi produk unggulan desa, tim PKM juga memberikan arahan mengenai strategi pemasaran.

Masyarakat diperkenalkan pada pemasaran digital melalui media sosial, marketplace, serta penguatan identitas produk melalui desain kemasan dan branding.

Pendampingan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk olahan pisang Cavendish, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga ke pasar yang lebih luas.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan.

Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai teknologi budidaya, pengolahan hasil panen, strategi pemasaran, hingga pengelolaan koperasi desa yang lebih profesional.

Salah seorang perwakilan peserta, M. Ilyas, mengatakan materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan kelompok tani.

“Selama ini kami masih banyak bekerja secara manual, baik dalam budidaya maupun pengolahan hasil. Melalui pelatihan ini kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama tentang penggunaan teknologi yang lebih efisien dan strategi pemasaran produk,” ungkap M. Ilyas.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar kelompok tani di Desa Benteng Gajah semakin berkembang.

Pendamping Kelompok 12, Ir. Muhammad Alwi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian dirancang untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan multidisiplin.

Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat melalui penerapan teknologi yang tepat, penguatan kelembagaan koperasi, serta peningkatan kemampuan manajerial dan pemasaran,” jelas Ir. Muhammad Alwi, S.T., M.T.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan agar potensi pisang Cavendish di Desa Benteng Gajah semakin berkembang.

“Kami berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi awal dari pendampingan yang berkelanjutan sehingga potensi pisang Cavendish di Desa Benteng Gajah semakin berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.

Tim PKM Kelompok 12 beranggotakan dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Mereka yakni Haslinda HS., S.T., M.M., M.T. dari UPRI Makassar; Ir. Kartini Yunus, M.T. dari STITEK Dharma Yadi Makassar; Andi Abustan Fahar, S.T., M.T. dari STITEK Dharma Yadi Makassar; Hermin Arrang, S.T., M.T. dari UKIP Makassar; M. Ilham Nur, S.T., M.T. dari UPRI Makassar; Arfah, S.H., M.H. dari STITEK Dharma Yadi Makassar.

Muhammad Ikhsan, S.T., M.T. dari Politeknik Bosowa; Bekti Setiadi, S.E., M.M. dari Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi Jakarta; Ir. Gideon Kajng, M.T. dari STITEK Dharma Yadi Makassar; Dra. Otniel Payung, M.M. dari STITEK Dharma Yadi Makassar; Ir. Muhammad Arham, S.Pd., M.T. dari Universitas Patria Artha; Irvan Darmawan A. Djamro, S.T., M.T. dari STITEK Dharma Yadi Makassar.

Ir. Evayanti Tirtania Lantang, S.T., M.T. dari Universitas Papua; Ir. Benny Pasambuna, S.T., M.T. dari Politeknik Amamapare Timika Papua Tengah; Muh. Arif Idhan, S.T., M.T. dari UPRI Makassar; Dr. Ir. Risa Bernadip Umar dari UPRI Makassar; serta Ramli, S.T., M.T. dari UPRI Makassar.

Para dosen tersebut secara bergantian membawakan materi mengenai pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna, penguatan infrastruktur produksi, literasi hukum, dan manajemen koperasi desa berbasis produk unggulan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, koperasi desa, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mengembangkan komoditas unggulan pisang Cavendish di Desa Benteng Gajah.

Penerapan teknologi tepat guna, penguatan infrastruktur produksi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dunia akademik dan masyarakat dapat menghasilkan solusi aplikatif untuk mendukung pembangunan desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *