BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unismuh Makassar, Dr Samsul Rizal SE MM, meninggal dunia secara tiba-tiba, Sabtu (1/8/2026), sekitar pukul 11.55 Wita.
Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan dari kediamannya di Kompleks Perumahan Berlian Indah, Kabupaten Gowa, menuju Rumah Sakit Haji Makassar.
Kabar wafatnya akademisi berusia 42 tahun tersebut mengejutkan sivitas akademika Unismuh Makassar, warga kompleks tempat tinggalnya, serta kolega dan pengurus Persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Pasalnya, pada Jumat malam atau sehari sebelum meninggal dunia, almarhum masih sempat berkumpul, berbincang, dan bercengkerama bersama para tetangga di sekitar rumahnya.
Mantan Dekan FEB Unismuh Makassar, Dr Ismail Rasulong SE MM, mengatakan, selama ini almarhum diketahui memiliki keluhan asam lambung dan asam urat.
Sebelum dibawa menuju rumah sakit, Samsul Rizal sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian belakang punggungnya.
Kepergian mendadak tersebut meninggalkan duka mendalam bagi Ismail Rasulong. Di matanya, Samsul Rizal bukan hanya rekan kerja, tetapi juga adik, sahabat, dan teman berdiskusi dalam berbagai urusan kampus.
“Almarhum adalah orang baik dan pejuang. Kebaikannya luar biasa. Kami sering berdiskusi, berbeda pendapat, tetapi setelah itu kembali duduk dan minum kopi bersama,” kata Ismail Rasulong di rumah duka, Sabtu (1/8/2026).
Ismail juga mengenang pertemuan terakhirnya bersama almarhum beberapa hari sebelum wafat.
Saat itu, mereka sempat minum kopi di salah satu kedai di Makassar. Samsul Rizal awalnya mengaku tidak lapar karena masih memikirkan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Namun, Ismail kemudian mengajaknya makan bersama sejumlah kolega di warung sari laut di sekitar kawasan Brimob, Kota Makassar.
Usai menyantap makanan, Samsul Rizal sempat mengungkapkan bahwa makanan yang disantapnya ketika itu terasa sangat nikmat.
“Kenapa barusan makan enak sekali,” kenang Ismail menirukan perkataan almarhum.
Pertemuan dan makan bersama tersebut kini menjadi salah satu kenangan terakhir Ismail Rasulong bersama Samsul Rizal.
Jumat Malam Masih Bercengkerama dengan Tetangga
Salah seorang tetangga almarhum, Drs Muh Azis, mengaku tidak menyangka Samsul Rizal pergi begitu cepat.
Pensiunan guru SMP tersebut mengatakan, pada Jumat malam, almarhum masih terlihat sehat, ceria, dan sempat berkumpul bersama warga kompleks.
“Jumat malam masih sempat kumpul bersama tetangga. Kami berbicara dan bercengkerama. Beliau terlihat sehat dan selalu ceria. Tidak ada firasat akan pergi secepat ini,” kata Muh Azis.
Pada Sabtu pagi, Muh Azis sedang berada di kebun. Namun, ia mengaku merasa gelisah sehingga memutuskan meninggalkan kebun dan mendatangi rumah Samsul Rizal dengan masih mengenakan pakaian kebun.
Setibanya di rumah almarhum, ia mendapati Samsul Rizal sedang mengalami sakit pada bagian belakang punggung.
Melihat kondisinya, keluarga dan warga kemudian bergegas membawa almarhum menuju Rumah Sakit Haji Makassar.
Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Samsul Rizal dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.55 Wita.
Prof Ambo Asse Pimpin Pelepasan Jenazah
Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan di masjid Kompleks Perumahan Berlian Indah setelah salat Ashar.
Pelepasan jenazah dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Dr H Ambo Asse MAg.
Dalam sambutannya, Prof Ambo Asse menyampaikan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah Sulawesi Selatan kehilangan salah seorang kader dan pengurus yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan serta pengembangan pesantren Muhammadiyah.
Almarhum tercatat sebagai anggota Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah PWM Sulawesi Selatan periode 2022–2027.
“Persyarikatan Muhammadiyah merasa kehilangan. Almarhum merupakan salah seorang pengurus Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang diberi amanah dalam bidang pengembangan pesantren,” kata Prof Ambo Asse.
Suasana rumah duka dipenuhi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan Unismuh Makassar, pengurus Muhammadiyah, kerabat, dan warga sekitar.
Terlihat hadir Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum, Wakil Rektor II Dr Ihyani Malik MSi, Wakil Rektor III Dr H Mawardi Pewangi MAg, serta Wakil Rektor IV Dr H Burhanuddin MSi.
Hadir pula mantan Rektor Unismuh Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, mantan Dekan FEB Unismuh Makassar Dr H Mahmud Nuhung SE MM, serta sejumlah pimpinan fakultas dan tokoh Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Akademisi dan Penggerak Muhammadiyah
Dr Samsul Rizal lahir di Cendana Putih pada 7 Februari 1984.
Ia merupakan alumni Program Studi Manajemen Unismuh Makassar dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2006.
Almarhum kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Program Pascasarjana Unismuh Makassar dan menyelesaikannya pada 2010.
Gelar Doktor Manajemen diraihnya dari Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada 2022.
Kariernya di lingkungan FEB Unismuh Makassar dimulai dengan mengemban amanah sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen pada 2009 hingga 2015.
Selanjutnya, Samsul Rizal dipercaya menjabat Wakil Dekan III FEB Unismuh Makassar periode 2015–2021.
Hingga akhir hayatnya, ia mengemban amanah sebagai Wakil Dekan IV FEB Unismuh Makassar. Dia juga salah seorang penguru IKA Unismuh Makassar.
Selain menjalankan tugas struktural, almarhum aktif dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bidang kajiannya meliputi manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, perilaku organisasi, dan pengembangan kelembagaan.
Di lingkungan Muhammadiyah, Samsul Rizal dikenal aktif mengikuti kegiatan dakwah dan pengembangan lembaga pendidikan, khususnya pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Ucapan Duka Mengalir
Ucapan belasungkawa disampaikan PWM Sulawesi Selatan melalui poster resmi yang beredar pada hari yang sama.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menyampaikan dukacita atas meninggalnya Dr Samsul Rizal SE MM,” demikian pernyataan PWM Sulsel.
Ucapan duka juga mengalir dari kalangan sivitas akademika, mahasiswa, alumni, kolega, dan keluarga besar Muhammadiyah melalui media sosial serta berbagai grup komunikasi.
Kepergian Samsul Rizal meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FEB dan Unismuh Makassar.
Almarhum dikenang sebagai akademisi yang ramah, ceria, pekerja keras, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian besar terhadap kolega dan pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.
Keluarga, sahabat, dan kolega mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
Sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. ***


















