BERITASEMBILAN.Com-YOGYAKARTA. Dosen Pascasarjana, Program Studi S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Eliza Meiyani, M.Si, (panggilan akrab Prof Ninik) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2026–2030.
Pemilihan itu berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) pembentukan kepengurusan IKA Unhas Wilayah DIY digelar secara hibrid, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini diikuti para alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berdomisili di Yogyakarta, baik secara luring maupun daring.
Muswil IKA Unhas DIY menjadi momentum bersejarah karena merupakan musyawarah wilayah pertama yang digelar alumni Unhas di Kota Pelajar dan Kota Budaya tersebut.
Tercatat sebanyak 32 alumni hadir secara langsung dan daring.
Berdasarkan hasil penelusuran panitia, terdapat sekitar 50 lebih alumni Unhas yang berdomisili di DIY, berasal dari berbagai fakultas seperti Sastra, Ekonomi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, FKM, Pertanian, Tehnik , Farmasi , Hukum, Kehutanan, dan Sospol.
Hadir secara daring mewakili Pengurus Pusat (PP) IKA Unhas, Sekretaris Jenderal PP IKA Unhas Prof. Yusran Jusuf, Direktur Eksekutif Salahuddin Alam, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) Irwan Ade Saputra, Ketua Divisi Organisasi Ir. Soewarno Sudirman, serta Mursalim Thahir.
Pada sambutannya, Sekjen PP IKA Unhas Prof. Yusran Jusuf menyampaikan arahan Ketua Umum PP IKA Unhas, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Ia menegaskan bahwa IKA merupakan wadah silaturahmi antaralumni yang harus terus dirawat dan diperkuat.
“Sebagai anggota IKA Unhas, kita harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah setempat maupun masyarakat. Selain itu, alumni juga harus hadir dalam setiap momentum nasional, termasuk ketika terjadi bencana maupun agenda kebangsaan lainnya,” ujar Prof. Yusran.
Sementara itu, Ketua Panitia Muswil Dewi Kurnia HS, SE, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan IKA Unhas Wilayah DIY diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan kolaborasi alumni lintas generasi dan profesi.
Selain menetapkan ketua secara aklamasi, Muswil juga memilih tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan IKA Unhas Wilayah DIY periode 2026–2030. Tim formatur tersebut terdiri atas:
Prof. Dr. Eliza Meiyani, M.Si (Ketua Formatur),
Ir. Soewarno Sudirman (PP IKA Unhas),
Muhammad Afif Sallatu, SE (Anggota),
Wahyuddin Haliq S.Sos(Anggota), dan
Ir . Nurdiana (Anggota).
Tim formatur diberikan waktu paling lama 60 hari untuk merampungkan susunan kepengurusan yang selanjutnya akan diajukan ke Pengurus Pusat untuk proses pelantikan.
Jadikan IKA Rumah Bersama
Pada sambutan perdananya sebagai Ketua IKA Unhas DIY terpilih, Prof. Dr Eliza Meiyani menyampaikan rasa syukur atas kelancaran Muswil dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, pada hari yang penuh makna dan bersejarah ini kita telah menyelenggarakan Muswil IKA Unhas yang pertama kali dalam sejarah perjalanan alumni di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Prof. Eliza, yang merupakan alumni FISIP Unhas Jurusan Antropologi juga aktif sejak mahasiswa di beberapa organisasi sosial dan akademik juga masih sebagai wakil ketua Ika Fisip Unhas menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PP IKA Unhas Dr. Ir H. Andi Amran Sulaiman yang telah menerbitkan surat inisiator pembentukan wilayah DIY, jajaran pengurus pusat, panitia, serta seluruh alumni yang hadir baik secara daring maupun luring.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan merumuskan program kerja yang nyata dan berdampak bagi alumni maupun masyarakat.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk saran, ide, dan kritik yang membangun demi kemajuan alumni. Mari kita merawat rumah kita ini agar menjadi rumah bersama yang inklusif, inspiratif, dan bermanfaat,” katanya.
Menutup sambutannya, Prof. Eliza mengangkat filosofi Bugis sebagai landasan kebersamaan dalam berorganisasi, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge — saling memanusiakan, saling menghargai, dan saling mengingatkan.
Terbentuknya kepengurusan IKA Unhas Wilayah DIY, diharapkan soliditas alumni semakin kuat dan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun agenda nasional.***

















