Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Tim PKM LP3M Unismuh Makassar Latih UMKM Bank Sampah Melati Manfaatkan Pemasaran Digital

×

Tim PKM LP3M Unismuh Makassar Latih UMKM Bank Sampah Melati Manfaatkan Pemasaran Digital

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Tim Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Pelatihan Pemasaran Digital bagi UMKM Bank Sampah Melati di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Bank Sampah Melati, Tamalanrea Indah, Rabu, 24 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang merupakan pengurus dan anggota Bank Sampah Melati.

Example 300x600

Tim pengabdi yang hadir memberikan materi adalah dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, yakni Indah Pratiwi Manggaga, S.Sos., M.A., Arni Amir, S.I.Kom., M.Si., dan Riskasari, S.Sos., M.AP.

Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Dr. Syukri, S.Sos., M.Si., saat membuka kegiatan mengatakan bahwa PKM bukan sekadar agenda rutin dosen.

Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“PKM bukan hanya kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan dosen, tetapi bagian dari upaya mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kehidupan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata Dr. Syukri.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Melalui pelatihan pemasaran digital, pengurus dan anggota Bank Sampah Melati diharapkan mampu memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar produk daur ulang.

Dr. Syukri menilai, bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Karena itu, kemampuan mengelola sampah menjadi produk bernilai ekonomis perlu didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.

“PKM ini melibatkan peran aktif masyarakat setempat agar bersama-sama belajar pemasaran dan mengelola sampah menjadi lebih bernilai ekonomis,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, LP3M Unismuh Makassar berharap UMKM Bank Sampah Melati dapat memiliki strategi pemasaran yang lebih terarah, identitas produk yang lebih kuat, serta kemampuan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi komunitas berbasis lingkungan di Kelurahan Tamalanrea Indah, Makassar.

Ketua Tim PKM LP3M Unismuh Makassar, Indah Pratiwi Manggaga, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu UMKM Bank Sampah Melati memperkuat pemasaran produk daur ulang yang selama ini masih menjadi kendala utama.

Menurutnya, Bank Sampah Melati telah beroperasi sejak tahun 2016 dan memiliki struktur organisasi serta basis nasabah yang relatif stabil.

Namun, nilai ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas pengelolaan sampah belum optimal karena pemasaran produk daur ulang belum berjalan secara terencana dan berkelanjutan.

“Permasalahan prioritas yang dihadapi UMKM Bank Sampah Melati terutama berada pada aspek hilir usaha, khususnya pemasaran hasil pengelolaan daur ulang sampah,” kata Indah Pratiwi Manggaga.

Ia menjelaskan, produk daur ulang yang dihasilkan masyarakat, seperti tas, dompet, bros, dan berbagai kerajinan lainnya, masih dipasarkan secara terbatas.

Selama ini, penjualan produk lebih banyak bergantung pada kegiatan pameran yang difasilitasi instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

Akibatnya, belum terbentuk pasar tetap yang mampu menyerap produk secara kontinu.

Indah menambahkan, persoalan lain yang dihadapi mitra adalah belum kuatnya identitas merek, kemasan produk yang belum maksimal, pemanfaatan media digital yang masih terbatas, serta manajemen usaha yang belum sepenuhnya mendukung pemasaran berkelanjutan.

Karena itu, tim PKM menawarkan sejumlah solusi yang disusun secara sistematis sesuai kebutuhan mitra.

Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat pemasaran produk daur ulang agar memiliki daya saing dan mampu memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah penyusunan strategi pemasaran produk daur ulang berbasis nilai lingkungan dan sosial.

Melalui pendekatan ini, produk daur ulang tidak hanya dipandang sebagai hasil kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan atau sustainable lifestyle.

“Produk daur ulang perlu diposisikan sebagai produk yang memiliki nilai lingkungan dan nilai sosial. Jadi, bukan sekadar barang kerajinan, tetapi bagian dari gerakan menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Indah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan strategi komunikasi pemasaran menggunakan model AIDA, yakni Attention, Interest, Desire, dan Action.

Model ini digunakan untuk membantu peserta menyusun pesan pemasaran yang mampu menarik perhatian konsumen, membangun minat, menumbuhkan keinginan membeli, hingga mendorong tindakan pembelian.

Selain strategi pemasaran, tim PKM juga memberikan pendampingan terkait penguatan identitas merek, kemasan, dan standardisasi produk daur ulang.

Menurut Indah, produk Bank Sampah Melati perlu memiliki identitas merek yang konsisten agar lebih mudah dikenali pasar.

Penguatan merek tersebut meliputi penentuan nama merek, pembuatan logo, penyusunan slogan, serta narasi produk yang menggambarkan nilai tambah sosial dan lingkungan.

Desain kemasan juga diarahkan agar tetap ramah lingkungan, namun memiliki tampilan yang lebih menarik dan layak dipasarkan. ***

 

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *