Citizen Reporter
Laporan: Maya Ayudia Saputri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar
BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Para dosen dan mahasiwa Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Rabu 15 April 2026 di di Mini Hall Lt.5 Unismuh Makassar, menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menggelar seminar dengan mengusung tema, Pemilih Cerdas Berbasis Nilai-Nilai Lokal Sulsel bagi Pemuda Muhammadiyah.
Seminar dibuka oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Dr Syukri, S.Sos M.Si, dihadiri para mahasiswa dan dosen menampilkan nara sumber Ketua PD Muhammadiyah Makassar, Muhammad Fauzan, S.Pd.I, Gr, Wakil Dekan III Fisip Unismuh Makassar, Dr Nurwahid, M.Si dengan moderator , Ilham Riyadi S.Pd., M.Ikom.
Pada pemarannya Fauzan menyoroti tantangan pemuda di era digital yang sangat cepat dalam menerima informasi, namun juga rentan terhadap provokasi dan polarisasi politik.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan pandangan politik seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi, tetapi sering berubah menjadi konflik karena rendahnya literasi informasi di kalangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemuda harus mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.
Fauzan juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penyeimbang dalam demokrasi. Ia menilai bahwa sikap kritis harus selalu disertai dengan etika dalam menyampaikan pendapat. “Pemuda harus mampu menyikapi perbedaan dengan bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” ungkapnya dalam pemaparan.
Lebih lanjut, ia mengaitkan nilai budaya Bugis-Makassar seperti sipakatau, sipakainge’, sipakalebbi, serta siri’ na pacce sebagai pedoman penting dalam kehidupan demokrasi.
Nilai-nilai tersebut mengajarkan untuk saling menghargai, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling memuliakan, serta memiliki rasa malu dan empati dalam bersikap. Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan untuk menjaga etika dalam menghadapi perbedaan pandangan politik di era digital.
Sebagai penutup, Fauzan menegaskan bahwa masa depan demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemuda dalam menyikapi perbedaan. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi penjaga ruang demokrasi yang sehat, kritis, dan beretika.
Diketahui, Muhammad Fauzan merupakan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar periode 2024–2028. Ia aktif dalam pembinaan kader muda serta penguatan peran pemuda dalam isu sosial dan kebangsaan.
Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar yang menggelar PKM ini dengan Ketua, Dr. Syukri, S.Sos M.Si dengan anggota, Ilham Riyadi S.Pd., M.Ikom serta didampingi dua orang mahasiswa.***


















