BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Panitia pendamping Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Nasional Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) mengikuti bimbingan teknis atau bimtek secara daring, Jumat 26 Juni 2026.
Bimtek ini digelar sebagai persiapan pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI yang akan berlangsung di Kabupaten Maros, Selasa 30 Juni 2026.
Ketua Panitia Pelaksana PKM Nasional ADPERTISI, Basri Gassing, S.Sos.I., MM, mengatakan kegiatan PKM Nasional tahun 2026 di Maros akan dipusatkan pada 18 desa.
Lokasi kegiatan tersebar pada 6 desa nelayan dan 12 desa pertanian.
“ADPERTISI kembali menggelar PKM Nasional di Maros pada Selasa 30 Juni 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 6 desa nelayan dan 12 desa pertanian,” kata Basri Gassing kepada media, Jumat 26 Juni 2026.
PKM Nasional ADPERTISI tahun ini mengusung tema “Literasi Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan Melalui Koperasi Desa.”
Menurut Basri, tema tersebut dipilih karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya kelompok tani dan nelayan dalam memperkuat kelembagaan ekonomi melalui koperasi desa.
Bimtek panitia pendamping ini diawali dengan sambutan Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, SE., M.Si.
Adapun narasumber pada kegiatan ini yakni Dr. H. Yusriadi Hala, SE., M.Si., M.Ak, Dr. Asbi Amin, SE., M.Ak, dan Dr. Muhammad Yahya, M.Si.
Sekretaris Jenderal ADPERTISI, Ibrahim Pratama, SE., M.Si., Ak., CA, mkenambahkan, mengatakan antusiasme peserta PKM Nasional ADPERTISI di Maros cukup tinggi.
Hingga Jumat 26 Juni 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 274 orang. Dari jumlah tersebut, 258 peserta telah melakukan pembayaran.
Sementara itu, panitia yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sebanyak 26 orang.
“Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik dari Sulawesi Selatan maupun luar Sulawesi Selatan,” kata Ibrahim Pratama.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi yang terlibat terdiri atas 2 perguruan tinggi negeri dan 101 perguruan tinggi swasta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 perguruan tinggi swasta berasal dari luar Sulawesi Selatan.
Ibrahim menambahkan, ADPERTISI saat ini memiliki anggota sebanyak 2.867 dosen dari 698 perguruan tinggi swasta.
Di antara anggota ADPERTISI tersebut, tercatat sebanyak 12 orang merupakan guru besar.
Menurutnya, kehadiran ADPERTISI selama ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para dosen dalam meniti karier dan profesinya.
Kegiatan yang dilaksanakan ADPERTISI dinilai sangat membantu dosen dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi akademik.
“Selama ini kegiatan ADPERTISI membantu para dosen, terutama dalam mempersiapkan berkas administrasi pelaporan Beban Kerja Dosen, jabatan akademik, serta kenaikan pangkat,” ujarnya.
Selain rutin menggelar PKM Nasional, ADPERTISI juga mengelola beberapa jurnal ilmiah.
Jurnal tersebut menjadi wadah bagi anggota ADPERTISI untuk mempublikasikan artikel ilmiah sesuai bidang dan rumpun ilmu masing-masing.
Ibrahim mengatakan, peserta bimtek panitia pendamping kali ini umumnya telah memiliki pengalaman pada kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, para peserta dinilai tidak akan mengalami kesulitan berarti saat mendampingi kegiatan di lokasi PKM Nasional Maros.
“Rata-rata peserta bimtek sudah punya pengalaman menjadi pendamping pada kegiatan yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Jadi tidak terlalu sulit, tinggal menyesuaikan diri dengan kondisi dan suasana di lokasi PKM Nasional kali ini,” katanya.
Kandidat doktor manajemen Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu menambahkan, PKM Nasional ADPERTISI merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.
Kegiatan tersebut digelar pada semester genap dan semester ganjil.
“PKM Nasional ini dilaksanakan dua kali setahun, setiap semester genap dan semester ganjil,” tandas Ibrahim Pratama. ***


















