Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
SosialSosial

BAZNAS Selayar Santuni Empat Korban Selamat Tragedi KLM Nurul Salsa

×

BAZNAS Selayar Santuni Empat Korban Selamat Tragedi KLM Nurul Salsa

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menyalurkan bantuan kepada korban selamat tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Kali ini, santunan berupa uang tunai diberikan kepada empat penumpang yang berhasil selamat dari musibah tersebut.

Sebelumnya, BAZNAS Kepulauan Selayar telah menyerahkan santunan sebesar Rp29 juta kepada keluarga 24 korban hilang dan satu korban meninggal dunia di Posko Jampea.

Example 300x600

Penyerahan santunan berlangsung di Kantor BAZNAS Kepulauan Selayar, diserahkan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Leonardo M. Siregar, didampingi Koordinator Auditor Saiful Arif, Wakil Ketua IV Bidang Umum dan Pelaporan Abd. Karim, serta staf BAZNAS.

“Ini bantuan dari BAZNAS. Silakan diterima, semoga bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga setelah mengalami musibah di KLM Nurul Salsa,” ujar Leonardo saat menyerahkan santunan kepada para korban, Kamis (23/7/2026).

Salah seorang penerima santunan, Salla, warga Dusun Kayuangin, Desa Massungke, menceritakan detik-detik sebelum kapal yang ditumpanginya mengalami musibah.

Menurutnya, gangguan bermula saat sistem pendingin mesin kapal mengalami kerusakan. Mesin sempat diperbaiki dan kembali menyala, namun tidak lama kemudian kembali mengalami kerusakan hingga akhirnya mati total.

Melihat kondisi tersebut, Salla mencoba menghubungi keluarganya di Pulau Polassi untuk meminta bantuan penjemputan. Namun upaya itu tidak berhasil karena jaringan komunikasi tidak tersambung.

Beberapa saat kemudian, sebuah kapal kayu kecil terlihat mendekati KLM Nurul Salsa.

Melihat peluang untuk menyelamatkan diri, istrinya, Nasmawati, lebih dahulu memindahkan anak mereka, Muhammad Riswan, ke kapal penolong. Setelah itu, Salla dan istrinya ikut berpindah sambil mengajak penumpang lain meninggalkan kapal.

“Sebagian penumpang memilih bertahan karena berharap mesin kapal bisa kembali berfungsi. Padahal ombak saat itu cukup besar,” tutur Salla.

Ia mengatakan dirinya bersama keluarga meninggalkan KLM Nurul Salsa sekitar pukul 15.00 Wita, atau sekitar lima jam setelah diketahui mesin kapal mengalami kerusakan total.

Meski perjalanan menuju Pulau Polassi menggunakan kapal kayu kecil diwarnai gelombang tinggi, mereka akhirnya berhasil tiba dengan selamat.

“Kami sempat takut karena ombak sangat besar, tetapi Alhamdulillah kami semua selamat sampai di Pulau Polassi,” ujarnya.

Selain Salla dan keluarganya, korban selamat lainnya, Baedhowi Anwar, juga menerima santunan dari BAZNAS Kepulauan Selayar.

Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kepulauan Selayar berharap dapat meringankan beban para korban selamat sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *