BERITASEMBILAN.Com-Bone. Pertandingan cabang olahraga dayung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2026 mulai berlangsung di kawasan Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sabtu (7/11/2026) pagi.
Babak penyisihan dimulai sekitar pukul 06.00 Wita untuk menyesuaikan kondisi perairan. Pada siang hari, angin dan gelombang di kawasan Bajoe cenderung lebih kencang.
Sekretaris Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulsel, Drs Suarman, M.Pd, mengatakan penyesuaian waktu menjadi bagian dari persiapan panitia menghadapi kondisi cuaca di lokasi perlombaan.
Hal tersebut disampaikan Suarman didampingi Dewan Hakim Lomba Dayung, Kapten Laut (PM/W) Asmawati D Sumban, kepada media di Bone, Sabtu pagi.
Menurut Suarman, pelaksanaan lebih pagi diharapkan memberi kesempatan kepada atlet untuk bertanding saat kondisi perairan masih mendukung.
Cabang olahraga dayung pada Porprov Sulsel tahun ini mempertandingkan total 40 nomor lomba. Sejumlah nomor mulai memasuki babak penyisihan pada hari pertama.
Sebanyak 12 kabupaten dan kota mengikuti persaingan setelah Takalar dan Pinrang menarik diri karena keterbatasan anggaran.
Daerah peserta terdiri atas Makassar, Selayar, Pangkep, Sinjai, Gowa, Palopo, Luwu Timur, Maros, Bulukumba, dan Bantaeng, serta tuan rumah Bone dan Wajo.
Suarman menjelaskan, panitia telah mempersiapkan sarana dan prasarana pertandingan di tengah berbagai keterbatasan. Ia berharap cuaca mendukung sehingga seluruh nomor lomba dapat diselesaikan sesuai agenda.
Panitia juga menyiapkan total 519 keping medali, terdiri atas 173 emas, 173 perak, dan 173 perunggu, untuk para atlet peraih medali.
Sejumlah kontingen sebelumnya datang lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan lokasi pertandingan. Kontingen Pangkep, misalnya, telah berada di Bone sejak 1 November 2026.
Adaptasi menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi karakter perairan Bajoe, terutama perubahan angin dan gelombang antara pagi dan siang hari.
Suarman turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam persiapan perlombaan, termasuk GM ASDP dan Syahbandar Pelabuhan Bajoe.
Menurutnya, izin dan kemudahan penggunaan kawasan pelabuhan beserta sarana pendukung membantu panitia menyiapkan arena pertandingan.
PODSI Sulsel berharap kerja sama tersebut mendukung kelancaran perlombaan sejak babak penyisihan hingga seluruh pertandingan selesai. ***


















