BERITASEMBILAN.Com-Bone. Tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YAPI Bone melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) BIMA Tahun Anggaran 2026 dengan fokus memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) olahan perikanan di Desa Pusungnge, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) tersebut mengusung tema “Penguatan dan Hilirisasi Usaha Olahan Perikanan melalui Skema Pembiayaan Inovatif serta Pendampingan Model Bisnis”.
Program ini diketuai Rahmawati Tahir, S.Pi., M.Si, dengan anggota Syainullah Wahana, S.Pi., M.Si (Dosen STIP YAPI Bone) serta Dr. Andi Tenri Lawa Putri Lanrang Haris, S.Pi., M.Si dari STIE Tri Dharma Nusantara.
Kegiatan menyasar UMKM Harapan Baru, pelaku usaha olahan hasil perikanan yang selama ini menghadapi kendala dalam penyimpanan bahan baku, pengelolaan usaha, hingga pengembangan pemasaran produk.
Ketua tim, Rahmawati Tahir, menjelaskan bahwa program pengabdian tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata berupa penyediaan teknologi tepat guna yang dibutuhkan mitra.
Salah satu bantuan utama yang diberikan adalah freezer sebagai fasilitas penyimpanan bahan baku.
Menurutnya, keberadaan freezer mampu menjaga kualitas dan kesegaran bahan baku, mengurangi risiko kerusakan, sekaligus mendukung kelancaran proses produksi sehingga usaha dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain bantuan peralatan, tim juga memberikan pelatihan manajemen usaha, pendampingan penyusunan model bisnis, serta pembinaan terkait peningkatan kualitas kemasan produk.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan usaha yang lebih profesional, strategi pemasaran, hingga peningkatan daya saing produk di pasar.
Tim pelaksana menilai, keberlanjutan program masih membutuhkan pendampingan lanjutan agar peningkatan kapasitas usaha yang telah dicapai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Pusungnge.
Seiring meningkatnya volume produksi, mitra juga masih memerlukan tambahan sarana produksi berupa freezer berkapasitas 500 liter, coding machine untuk pencetakan kode produksi dan tanggal kedaluwarsa, serta spinner modern untuk mengurangi kadar minyak pada produk olahan.
Penggunaan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, memperpanjang masa simpan, memenuhi standar legalitas pangan, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil olahan perikanan.
Tim pengabdian berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM terus berlanjut sehingga usaha olahan perikanan di Kabupaten Bone mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing lebih tinggi.
Dalam kesempatan itu, tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) yang telah mendanai program melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) BIMA Tahun 2026.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LPPM STIP YAPI Bone, STIE Tri Dharma Nusantara, Pemerintah Desa Pusungnge, serta UMKM Harapan Baru yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. (*)


















