Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Guru SDN 1 Kelara Jeneponto Sukmawati, S.Pd.Gr Nilai ToT PGRI Power Transformatif, AI Permudah Tugas Guru

×

Guru SDN 1 Kelara Jeneponto Sukmawati, S.Pd.Gr Nilai ToT PGRI Power Transformatif, AI Permudah Tugas Guru

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Training of Trainer (ToT) PGRI Power bertajuk Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) mendapat respons positif dari peserta asal Kabupaten Jeneponto.

Sukmawati, S.Pd.Gr., guru UPT SD Negeri 1 Kelara, Kabupaten Jeneponto, menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan guru di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran yang semakin dinamis.

Example 300x600

“Sebagai seorang guru, saya merasa kegiatan ToT ini sangat relevan dan transformatif. Saya mendapatkan wawasan baru bagaimana AI dapat membantu pekerjaan guru secara nyata,” kata Sukmawati.

ToT PGRI Power digelar di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Makassar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari PGRI Power: Gerakan Nasional Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI).

Menurut Sukmawati, kecerdasan artifisial menawarkan banyak manfaat untuk mendukung pekerjaan guru.

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun modul ajar, membuat asesmen, mengembangkan media pembelajaran interaktif, hingga mengolah administrasi kelas dengan lebih cepat dan efisien.

Tertarik Membuat Agen AI

Dari sejumlah materi yang diperoleh selama pelatihan, Sukmawati mengaku paling tertarik dengan pembuatan agen AI.

Menurutnya, materi tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung tugas sebagai guru.

“Materinya sangat aplikatif dan fasilitator juga membimbing dengan sabar. Ini membuat kami lebih mudah memahami dan mencoba mempraktikkannya,” ujarnya.

Melalui pembuatan agen AI, guru dapat mengembangkan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Hal tersebut dinilai membuka peluang bagi guru untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu mengoptimalkannya berdasarkan kebutuhan di ruang kelas.

Bagi Sukmawati, pengalaman mengikuti ToT PGRI Power sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari profesi guru.

Teknologi tersebut justru dapat menjadi perangkat pendukung untuk membantu guru bekerja lebih efektif sepanjang digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Siap Berbagi dengan Guru di Jeneponto

Usai mengikuti ToT, Sukmawati mengaku tidak ingin pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh berhenti pada dirinya.

Ia berkomitmen melakukan pengimbasan dan berbagi praktik baik kepada sesama guru, terutama di lingkungan sekolah dan Kabupaten Jeneponto.

“Saya berkomitmen untuk berbagi praktik baik yang saya dapatkan kepada guru-guru di lingkungan sekolah dan Kabupaten Jeneponto,” tuturnya.

Menurutnya, pengimbasan menjadi penting agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih banyak guru.

Dengan semakin banyak guru memahami pemanfaatan AI, teknologi diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien.

Sukmawati juga berharap peningkatan kompetensi guru dalam bidang teknologi dan kecerdasan artifisial tidak dilakukan hanya sekali.

Pelatihan perlu berkelanjutan karena perkembangan teknologi berlangsung cepat dan menuntut guru terus memperbarui pengetahuan serta keterampilannya.

“Harapan saya, ke depannya kegiatan seperti ini bisa di-upgrade setiap semester, sehingga guru terus mendapatkan pembaruan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran,” pungkasnya.

Bagi Sukmawati, PGRI Power tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang AI, tetapi juga membuka ruang bagi guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan membawa teknologi lebih dekat dengan kebutuhan nyata pembelajaran di kelas. (ulla). ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *