Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
SosialSosial

Ibunda Aktivis Global Sumud Asal Makassar: Anak Saya Pergi karena Panggilan Kemanusiaan

×

Ibunda Aktivis Global Sumud Asal Makassar: Anak Saya Pergi karena Panggilan Kemanusiaan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. A. Sutrawati Kaharuddin Ibunda aktivis kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang bergabung dalam Global Sumud Flotilla yang diculik zionis Israel Andi Angga Prasadewa meminta pemerintah agar berupaya untuk segera membebaskan anaknya.

Harapan ini disampaikan saat ditemui dikediamannya di Jl Yusuf Daeng Ngawing (Mappala IV nomor 1) Makassar, Selasa (19/5/2026).

Example 300x600

Ia mengetahui Angga di-intercep oleh Israel pada pukul 15.00 dengan melihat berita di media.

“Infonya itu Angga berangkat ke Gaza ada 56 kapal, bertolak dari Pelabuhan Marmaris Turki. Tapi memang sebagai seorang ibu, saya sudah punya firasat, saya selalu khawatir dan jam 3.00 (15.00) saya chat tapi sudah centang satu. Di situ saya mulai khawatir dan mulai mencari tahu,” ungkapnya.

“Chat terakhir saya itu bunyinya, Bunda khawatir, kakak hati-hati, banyak istighfar terus. Yaa Allah jaga anakku, selalu dia jawab,  Yaa Rabb yaa Bunda. Tapi chat terakhir itu sudah tentang satu,” ucapnya.

“Kalau saya chat selalu saya nasihati banyak berdoa, hal sekecil apapun diminta sama Allah, Karena dia mengeluh mabuk laut.

“Tapi ada chatnya dengan adiknya, bunyinya: sampaikan Bunda, kalo chat sudah centang satu berarti hp sudah saya buang ke laut. Itu disampaikan ke adiknya, mungkin pelatihannya begitu.

Tapi malamnya saya sudah gelisah, firasat saya sebagai ibu, akhirnya saya cari tahu sendiri, jadi saya buka global Sumud, disitulah muncul video-video kapal yang ditumpangi anak saya sudah di-intercep oleh zionis,” Yaa Allah Anakku diculik sama Israel,” terang ibu dua anak ini.

Ia juga menceritakan bahwa rencana keberangkatan Angga ke Gaza membawa misi kemanusiaan itu tak diizinkan, namun tekad Angga yang kuat akhirnya saya mengizinkan.

“Dia minta izin, waktu lebaran dia pulang. Awalnya saya tidak kasih izin, tapi dia bercandain saya, bilang tidak apa-apa bunda, sebelumnya dia sudah berangkat ke Kairo Mesir.

Dan saya tahu anak saya, ini adalah panggilan hatinya jadi saya tidak larang, karena saya tahu anak saya, kalau sudah panggilan hatinya tak bisa dilarang,” kata ibu Sutrawati ketika ditanya awak media terkait izin keberangkatan.

Menurut ibunda Angga, sejak kecil ia memiliki jiwa sosial tinggi. “Sebenarnya ada pilihan pekerjaannya, tapi dia suka memang jadi relawan. Setelah lulus dari Pesantren IMMIM dia tak mau kuliah dulu. Dia ngajar karate, ngajar Pramuka, jiwa sosialnya tinggi. Dan dia aktif di Tagana sebelum di Rumah Zakat.”

“Harapan saya, agar pemerintah membebaskan anak saya. Karena keluarga tak bisa membebaskan Angga. Hanya Pemerintah yang bisa. Anak saya pantas dibebaskan, anak saya aktivis kemanusiaan. Anak saya cuma bawa obat dan makanan untuk Palestina. Anak saya bukan teroris,” harapnya kepada pemerintah.

Sementara itu, Perwakilan Rumah Zakat Amir, ST.,MM kepada media menyampaikan bahwa Andi Angga Prasadewa bergabung di Rumah Zakat pada tahun 2015 dengan menjadi Koordinator Relawan Rumah Zakat di Jayapura Papua, saat berkuliah di Universitas Cendrawasih.

Kemudian Angga kelahiran Makassar, pada Januari 1993 itu, kembali ke Makassar dan menjadi Koordinator Relawan Rumah Zakat di tahun 2023, setelah itu, ia pindah ke kantor pusat Rumah Zakat.

Amir juga menyampaikan bahwa saat ini Rumah Zakat akan terus berupaya untuk membebaskan Angga dan memulangkan ke tanah air.

“Kami dari Rumah Zakat telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri untuk upaya pembebasan Andi Angga Prasadewa,” tutup Amir.

Diketahui, aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat oleh angkatan laut Israel di 250 mil laut dari Gaza dan masuk dalam perairan internasional.

Pencegatan itu terjadi ketika cabang Turki dari kampanye Global Sumud menyatakan bahwa salah satu kapal mereka, Munki, mengalami serangan dan intimidasi jarak dekat oleh kapal militer Israel.

“Kapal armada Munki telah diserang oleh pasukan pendudukan Israel. Saat ini kami kehilangan kontak dengan kapal tersebut,” demikian pernyataan Global Sumud Filosu Turkiye yang diunggah di platform X pada Senin.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa militer Israel telah menahan kurang lebih 100 aktivis di atas kapal armada bantuan tersebut dan memindahkan mereka ke kapal angkatan laut Israel, sebelum nantinya dibawa ke pelabuhan Ashdod di Israel.

Di antaranya adalah para aktivis WNI dari Indonesia dan dua jurnalis Republika.

Mengutip dari akun Instagram Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI, termasuk dua jurnalis Republika, dalam kapal yang ditangkap Israel itu adalah: Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *