Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
SosialSosial

Ketua PKK Timbuseng Gowa Rahmawati: Pelatihan Media Digital Unismuh Sangat Bermanfaat bagi Kader Posyandu

×

Ketua PKK Timbuseng Gowa Rahmawati: Pelatihan Media Digital Unismuh Sangat Bermanfaat bagi Kader Posyandu

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN. Gowa. Ketua PKK Desa Timbuseng, Kabupaten Gowa, Rahmawati, berharap kegiatan Pelatihan Media Edukasi Digital dan Pencegahan Stunting yang digelar Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Makassar, dapat terus berlanjut.

Harapan tersebut disampaikan Rahmawati usai mengikuti pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Timbuseng, Kamis (18/6/2026).

Example 300x600

Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dan pengurus PKK dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan stunting.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menyosialisasikan pencegahan stunting melalui media sosial. Selama ini edukasi lebih banyak dilakukan melalui kegiatan posyandu, rapat-rapat, dan pertemuan. Sekarang kami juga bisa memanfaatkan media digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas,” ujar Rahmawati.

Menurut Rahmawati, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi kader kesehatan desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia menilai, pemanfaatan media digital sangat penting karena masyarakat saat ini semakin akrab dengan telepon genggam dan media sosial.

Karena itu, ia berharap kerja sama antara Pemerintah Desa Timbuseng, PKK, kader posyandu, dan Unismuh Makassar tidak berhenti hanya pada satu kegiatan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Semoga ke depan ada lagi program-program lanjutan dan kerja sama yang berkelanjutan dengan Unismuh untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya.

Rahmawati menjelaskan, Desa Timbuseng memiliki tujuh posyandu yang tersebar di wilayah desa. Setiap posyandu didukung enam kader aktif.

Dengan demikian, terdapat 42 kader posyandu yang selama ini terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Timbuseng.

Berbagai kegiatan rutin dilakukan kader posyandu setiap bulan, mulai dari penimbangan balita, pengukuran pertumbuhan balita, pemantauan kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi gizi keluarga.

Bahkan, apabila terdapat sasaran yang tidak hadir pada jadwal posyandu, kader akan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.

“Posyandu dilaksanakan satu kali setiap bulan di masing-masing posyandu. Jika ada balita atau ibu yang tidak datang, kader akan melakukan kunjungan untuk memastikan pemantauan kesehatan tetap berjalan,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Rahmawati berharap para kader semakin mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif.

Dengan begitu, informasi mengenai pencegahan stunting dapat tersampaikan lebih luas dan ikut mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Desa Timbuseng.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Posyandu Mawar Dusun Koccikang, Farida.

Menurut Farida, pelatihan media edukasi digital dan pencegahan stunting tersebut menjadi pengalaman baru bagi anggota posyandu di Desa Timbuseng.

Ia menyebut pelatihan itu sangat bermanfaat karena para kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting, tetapi juga dibekali cara menyampaikan pesan kesehatan melalui media sosial.

“Pelatihan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan bagi anggota posyandu dan sangat bermanfaat bagi para kader,” kata Farida.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi informasi membuat hampir semua ibu rumah tangga kini memiliki telepon genggam dan menggunakan berbagai aplikasi media sosial.

Karena itu, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperluas jangkauan pesan kesehatan kepada masyarakat.

“Lewat media sosial, jangkauan pesan lebih luas dan lebih cepat sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Bidan Desa Timbuseng, Kristina Ritha, juga menyampaikan kesan positif terhadap pelatihan yang dilaksanakan Tim LP3M Unismuh Makassar melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Menurut Kristina, kegiatan ini memberi banyak pengetahuan dan pengalaman baru bagi anggota posyandu, terutama dalam penggunaan aplikasi media sosial untuk mendukung program kerja posyandu.

Ia menilai, keterampilan digital para kader sangat membantu dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.

“PKM ini memberi cukup banyak pengetahuan dan pengalaman baru bagi anggota posyandu, terutama dalam penggunaan aplikasi media sosial yang dapat membantu pelaksanaan program kerja di posyandu,” katanya.

Pelatihan Media Edukasi Digital dan Pencegahan Stunting ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas kader PKK dan posyandu di Desa Timbuseng.

Dengan kemampuan digital yang semakin baik, para kader diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang balita, serta peningkatan kesadaran gizi keluarga.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *