Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Ketua Panitia Risman Hasli S.Pd,M.Pd. : ToT PGRI Power Tak Boleh Berhenti pada 54 Guru

×

Ketua Panitia Risman Hasli S.Pd,M.Pd. : ToT PGRI Power Tak Boleh Berhenti pada 54 Guru

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Training of Trainer (ToT) PGRI Power “Satu Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI)” yang digelar PGRI Provinsi Sulawesi Selatan mendapat respons positif dari peserta.

Selama tiga hari, 54 guru utusan dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel mengikuti pelatihan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulsel, Makassar, Jumat-Minggu (18-20/9/2026).

Example 300x600

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai pemanfaatan teknologi dan AI untuk mendukung proses pembelajaran hingga pekerjaan administrasi guru.

Ketua Panitia ToT PGRI Power, Risman Hasli, S.Pd., M.Pd., mengatakan antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan.

“Peserta sangat aktif. Dari awal sampai akhir kegiatan, mereka mengikuti materi dengan serius. Tidak ada yang meninggalkan lokasi pelatihan. Ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan memang sangat menarik dan dibutuhkan guru,” kata Risman.

Belajar hingga Malam

Menurut Risman, jadwal pelatihan berlangsung cukup padat.

Peserta mendapatkan materi sejak pagi hingga sore. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pada malam hari.

Pola tersebut diterapkan agar peserta tidak hanya memahami konsep mengenai AI dan teknologi pendidikan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung mengoperasikan dan mengembangkan teknologi yang diperkenalkan.

Salah satu narasumber utama yang dihadirkan adalah Mentor Nasional PGRI Power, Mansur, S.Pd.

Guru asal Kabupaten Sidrap itu menjadi mentor nasional PGRI Power asal Sulawesi Selatan.

Materi selama pelatihan dikemas secara interaktif. Peserta diajak mencoba berbagai aplikasi dan teknologi AI yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung tugas sebagai pendidik.

Meski berlangsung intensif selama tiga hari, Risman mengakui waktu tersebut belum cukup untuk membahas seluruh materi secara mendalam.

“Waktu tiga hari sebenarnya belum cukup untuk menyampaikan seluruh materi. Karena itu, peserta juga kami bekali dengan kemampuan pengembangan diri agar setelah kembali ke daerah masing-masing mereka dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuannya,” jelasnya.

54 Peserta Harus Jadi Penggerak

Risman menegaskan, berakhirnya ToT bukan berarti program selesai.

Sebanyak 54 peserta diharapkan menjadi mentor sekaligus penggerak pemanfaatan teknologi pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.

Mereka memiliki tugas melakukan pengimbasan kepada guru lainnya melalui jaringan PGRI, mulai tingkat cabang hingga ranting.

“Harapan kami, setelah kembali ke daerah, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada 54 orang ini. Mereka harus mengimbaskan kepada guru-guru lainnya. Mulai dari cabang sampai ranting,” katanya.

Menurut Risman, peserta yang mengikuti ToT merupakan guru yang memiliki ketertarikan dan kemampuan cukup baik dalam pemanfaatan teknologi.

Hal tersebut membuat proses pembelajaran selama pelatihan berlangsung relatif cepat.

“Peserta ini talenta-talenta muda yang sudah cukup mahir menggunakan teknologi. Jadi ketika diberikan materi, mereka cepat memahami dan langsung bisa mempraktikkannya,” ujarnya.

Daerah Bebas Atur Strategi Pengimbasan

PGRI Sulsel tidak akan menyeragamkan pola pengimbasan di seluruh daerah.

Risman mengatakan masing-masing trainer diberi ruang menyusun strategi berdasarkan kondisi kabupaten/kota.

Pertimbangannya, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, mulai dari ketersediaan infrastruktur teknologi, akses internet, kondisi geografis, hingga kebutuhan guru.

Karena itu, trainer daerah dinilai lebih memahami pola yang tepat untuk menjangkau guru di wilayahnya.

“Soal strategi tindak lanjut, kami serahkan kepada teman-teman di daerah. Mereka yang paling mengetahui kondisi wilayahnya. Yang penting, setelah ToT ini ada gerakan nyata dan semakin banyak guru yang mendapatkan manfaat,” tandas Risman.

Ia berharap pengimbasan yang dilakukan peserta setelah kembali ke daerah dapat memperluas manfaat PGRI Power.

Dengan demikian, program peningkatan kompetensi digital dan AI tidak hanya dirasakan 54 peserta ToT, tetapi secara bertahap menjangkau lebih banyak guru di Sulawesi Selatan.

Program PGRI Power diharapkan menjadi salah satu langkah PGRI dalam memperkuat kompetensi digital guru sekaligus mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung pembelajaran.

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *