Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris Soroti Kebijakan Tinggal Kelas dan Tantangan Teknologi bagi Guru

×

Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris Soroti Kebijakan Tinggal Kelas dan Tantangan Teknologi bagi Guru

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris, M.Hum., menyoroti perubahan kebijakan pendidikan nasional, termasuk wacana pemberlakuan kembali sistem tinggal kelas bagi peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Hasnawi Haris saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) II PGRI Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, Kamis (22/10/2026) malam.

Example 300x600

Di hadapan ratusan pengurus PGRI, Hasnawi mengatakan berbagai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi tantangan yang harus dihadapi guru secara profesional.

Salah satu yang mendapat perhatiannya adalah wacana penerapan kembali kebijakan tinggal kelas pada 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan pandangan berbeda di kalangan masyarakat maupun tenaga pendidik.

Namun, guru harus mampu memahami arah kebijakan pemerintah dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan.

Hasnawi mengingatkan bahwa selama ini guru sudah terbiasa menghadapi perubahan kebijakan dan kurikulum pendidikan.

Pergantian kebijakan, menurutnya, tidak boleh membuat guru kehilangan semangat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Hasnawi Haris: Sistem Tinggal Kelas Perlu Dicermati

Dalam sambutannya, Hasnawi menyinggung sistem kenaikan kelas yang selama ini diterapkan di sekolah.

Ia menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi agar mampu mendorong peserta didik meningkatkan prestasi dan tanggung jawab dalam belajar.

Salah satu persoalan yang disorotinya adalah kemungkinan munculnya anggapan bahwa peserta didik yang rajin dan kurang rajin memperoleh perlakuan sama dalam kenaikan kelas.

Menurut Hasnawi, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa wacana pemberlakuan kembali sistem tinggal kelas perlu dicermati.

Ia mengajak para guru melihat perubahan kebijakan secara objektif, terutama dampaknya terhadap kualitas pendidikan dan perkembangan peserta didik.

Hasnawi juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan pendidikan membutuhkan kesiapan guru dalam pelaksanaannya.

Karena itu, organisasi profesi seperti PGRI perlu terus memberikan penguatan agar para pendidik mampu menghadapi perubahan kebijakan pendidikan nasional.

Teknologi Tidak Akan Menggantikan Peran Guru

Selain membahas kebijakan pendidikan, Hasnawi Haris juga menyinggung perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, kemajuan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan.

Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan dan mempermudah akses informasi. Namun, teknologi tidak memiliki perasaan sebagaimana manusia.

Karena itu, Hasnawi menegaskan kehadiran teknologi tidak akan sepenuhnya menggantikan posisi guru dalam proses pendidikan.

Guru memiliki peran penting dalam membimbing, membangun karakter, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik.

Ia mengingatkan para pendidik agar tidak takut menghadapi perkembangan teknologi.

Sebaliknya, guru perlu meningkatkan kompetensi sehingga teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan pedagogik dan tanggung jawab moral sebagai pendidik.

Kenang Kebersamaan Guru saat Porsenijar di Sidrap

Pada bagian lain sambutannya, Hasnawi Haris mengenang suasana kebersamaan ribuan guru saat pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Juli 2026.

Ia mengaku masih mengingat semangat persaudaraan yang terbangun selama kegiatan tersebut.

Hasnawi bahkan kembali menyinggung ungkapan dan tagline yang menjadi bagian dari suasana Porsenijar di Sidrap, termasuk semangat Saromase yang melekat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Menurutnya, kebersamaan antarguru tidak boleh hanya berlangsung selama beberapa hari atau bulan.

Hubungan silaturahmi yang telah terbangun harus terus dipelihara selama bertahun-tahun melalui kegiatan organisasi.

Hasnawi berharap berbagai capaian PGRI Sulawesi Selatan, termasuk keberhasilan penyelenggaraan Porsenijar, dapat terus ditingkatkan.

Ia juga menyinggung kesiapan Sulawesi Selatan apabila kelak mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Porsenijar PGRI tingkat nasional.

Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan Porsenijar di Sidrap dapat menjadi modal penting dalam mempersiapkan kegiatan yang lebih besar.

Juara Porsenijar dari Sidrap dan Barru Tampil saat Pembukaan

Suasana pembukaan Konkerprov II PGRI Sulsel juga diwarnai penampilan para guru yang sebelumnya meraih prestasi pada Porsenijar PGRI Sulsel di Sidrap.

Hasnawi secara khusus menyebut petugas pembacaan Ikrar Guru Indonesia yang berasal dari Kabupaten Sidrap.

Sementara itu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibawakan perwakilan dari Kabupaten Barru.

Keduanya merupakan peraih prestasi dalam kegiatan Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan.

Hasnawi memberikan apresiasi terhadap keterlibatan para guru berprestasi tersebut dalam rangkaian pembukaan konferensi.

Menurutnya, kegiatan organisasi tidak hanya menjadi tempat membahas program kerja, tetapi juga ruang untuk memperkuat persaudaraan dan memberikan penghargaan terhadap prestasi anggota.

Konkerprov II Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi

Konkerprov II PGRI Sulsel berlangsung selama tiga hari, 22–24 Oktober 2026, di Hotel Dalton Makassar.

Konferensi kerja masa bakti XXIII Tahun 2024–2029 tersebut mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju.”

Pada  sambutannya, Hasnawi menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan peserta yang menghadiri pembukaan konferensi.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar PGRI, Dr. Abdul Halim Momo, S.Pd, M.Si, hadir mewakili Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.

Selain perwakilan PB PGRI, pembukaan konferensi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin mewakili Gubernur  Andi Sudirman Sulaiman.

Hadir pula unsur pimpinan unit pelaksana teknis dan balai pendidikan, jajaran pengurus PGRI Provinsi Sulsel, serta pengurus PGRI dari 24 kabupaten dan kota.

Hasnawi berharap suasana silaturahmi yang terbangun dalam konferensi dapat memperkuat komunikasi antarpengurus.

Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting dalam menjalankan program organisasi dan memperjuangkan kepentingan guru.

Ratusan Pengurus PGRI Bahas Program Organisasi

Ketua Panitia Pelaksana Konkerprov II PGRI Sulsel, Hj. Juhrah, S.Sos., M.AP., sebelumnya menjelaskan konferensi melibatkan 243 utusan pengurus PGRI dari 24 kabupaten dan kota serta 25 pengurus PGRI Provinsi Sulsel.

Sementara dalam sambutan pembukaan, jumlah peserta konferensi disebut sekitar 250 orang.

Konferensi kerja tersebut mengagendakan evaluasi program organisasi, laporan keuangan, pembahasan program mandatori, serta penyusunan program PGRI Sulsel tahun 2026–2027.

Salah satu agenda penting adalah sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Materi tersebut dijadwalkan disampaikan Dr. Muhammad Nasir, M.Pd., pada Jumat (23/10/2026).

Selain itu, konferensi juga mengagendakan paparan dari Polda Sulsel dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI.

Pembahasan program organisasi akan dilanjutkan melalui sidang pleno dan tiga komisi yang menangani keorganisasian, program mandatori, serta keuangan.

Hasnawi berharap Konkerprov II menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat peran PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga kebersamaan yang telah dibangun melalui berbagai kegiatan PGRI.

Bagi Hasnawi, silaturahmi kuat jadi salah satu modal penting dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *