BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Turnamen sepak bola Komodo Cup Manggarai Sulsel ke-19 kembali menyemarakkan akhir pekan warga diaspora Manggarai di Kota Makassar.
Sebanyak 37 tim ambil bagian dalam turnamen yang mulai bergulir sejak 9 Agustus 2026 di Lapangan Sepak Bola Danyon Armed Makassar.
Pertandingan digelar setiap hari Ahad dan menjadi magnet bagi ratusan warga Manggarai yang menetap di Makassar dan sekitarnya.
Ketua Komisi Disiplin Turnamen Komodo Cup Manggarai Sulsel ke-19, Dr. Arda Senaman, M.Si., mengatakan 37 tim peserta dibagi dalam delapan grup dan menjalani pertandingan dengan sistem setengah kompetisi.
Babak penyisihan berlangsung sejak Agustus hingga awal Oktober 2026.
Setelah itu, kompetisi memasuki putaran kedua dengan 16 tim yang lolos untuk memperebutkan tiket menuju babak berikutnya.
Empat tim terbaik nantinya akan melaju ke fase akhir sebelum final yang direncanakan berlangsung awal November 2026.
“Komodo Cup berlangsung setiap tahun. Turnamen ini sudah dimulai sejak tahun 2000 dan terus menjadi agenda warga Manggarai di Makassar,” kata Arda Senaman kepada media, Sabtu (29/8/2026).
Kecamatan di Manggarai Raya Turunkan Tim
Arda yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Manggarai Raya (IKMAR) Sulsel mengatakan peserta merupakan tim yang merepresentasikan berbagai wilayah di Manggarai Raya.
Di antaranya berasal dari Manggarai, Elar, Ruteng, Cibal, Sanonggoang, Lelak, Congkar, Kota Komba, Rahong, Satarmese, Lamba Leda, serta sejumlah wilayah lainnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Cibal menjadi wilayah dengan peserta terbanyak dengan enam tim.
Menurut Arda, banyaknya peserta memperlihatkan tingginya antusiasme warga Manggarai terhadap turnamen tersebut.
Komodo Cup juga memiliki arti lebih luas dibanding sekadar mengejar kemenangan di lapangan hijau.
Ratusan Diaspora Manggarai Padati Lapangan
Setiap pertandingan berlangsung, kata Arda, ratusan warga diaspora Manggarai datang memberikan dukungan.
Suasana di pinggir lapangan pun tidak kalah meriah dibanding pertandingan.
Para pendukung membawa semangat masing-masing untuk memberikan dukungan kepada tim dari daerah asal mereka.
“Setiap kali tim turun ke lapangan, suporternya juga sangat ramai. Teriakan dan dukungan dari pinggir lapangan membuat suasana pertandingan semakin hidup,” kata doktor Sosiologi Kependudukan Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut.
Menurut dosen Sosiologi FISIP Universitas Sawerigading itu, pertemuan rutin setiap Ahad membuat Komodo Cup berkembang menjadi ruang silaturahmi diaspora Manggarai di Makassar.
Warga yang dalam keseharian tersebar di berbagai tempat dan menjalani profesi berbeda dapat kembali bertemu melalui sepak bola.
“Turnamen Komodo Cup sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan bertemu sesama diaspora Manggarai yang menetap dan tinggal di Kota Makassar,” ujarnya.
Lima Laga Digelar Ahad 30 Agustus
Kompetisi kembali berlanjut Ahad (30/8/2026) dengan lima pertandingan.
Reba Loce dijadwalkan menghadapi Elar Selatan 1, sedangkan Perang FC bertemu Bintang Timur.
Pertandingan lainnya mempertemukan Lelak FC melawan Congkar FC, kemudian Wae Rii menghadapi Mtri FC.
Laga Cibal Barat FC melawan Cunca Lega FC melengkapi pertandingan Komodo Cup akhir pekan ini.
Arda berharap seluruh tim tetap menjaga sportivitas selama kompetisi.
Dengan babak penyisihan yang masih berlangsung hingga awal Oktober, persaingan 37 tim masih terbuka untuk merebut tiket ke fase 16 besar.
Namun bagi diaspora Manggarai di Makassar, Komodo Cup tidak hanya menghasilkan tim yang menang dan kalah.
Lapangan sepak bola setiap Ahad sekaligus menjadi titik temu warga Manggarai Raya di perantauan, menjaga persaudaraan melalui olahraga yang telah berlangsung lintas generasi sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada 2000, kata salah seorang penulis buku Sosiologi Kontemporer ini. ***


















