BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Patompo mengikuti kegiatan Industrial Visit ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Jumat (18/7/2026).
Demikian ditegaskan Ketua Program Studi S1 Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, Andi Aris Mattunruang, S.E., M.Sc kepada media Sabtu 18 Juli 2026
Kegiatan yang didampingi dosen pembimbing tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa mengenai peran OJK sebagai regulator sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat pemahaman tentang sistem keuangan nasional, literasi keuangan, dan perlindungan konsumen.
Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh pemaparan dari narasumber OJK mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengawasi berbagai sektor jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, perusahaan pembiayaan, asuransi, dana pensiun, hingga industri keuangan digital.
Mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan yang bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan digital.
Dosen pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan Industrial Visit merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan di Program Studi Manajemen Universitas Patompo.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah lembaga strategis menjalankan fungsi dan perannya. Dengan demikian, mereka mampu menghubungkan konsep manajemen, keuangan, dan tata kelola dengan praktik di dunia kerja,” ujarnya.
Suasana kunjungan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai perkembangan industri jasa keuangan, transformasi digital di sektor keuangan, peluang karier, hingga peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi, khususnya terkait tantangan industri keuangan di era digital serta upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menurut dosen pendamping, pengalaman belajar di luar kampus seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri.
Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun jejaring antara perguruan tinggi dengan lembaga pemerintah dan dunia industri.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa.
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Patompo menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan literasi keuangan, serta mempersiapkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor ekonomi dan keuangan Indonesia,” ujar dosen pendamping.
Melalui kegiatan Industrial Visit ini, Universitas Patompo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga strategis, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang menjadi bekal dalam memasuki dunia profesional.


















