Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Murid SD Inpres Tello Baru 2 Makassar Diajak Menulis Pengalaman Hidup, Rusdin Tompo: Tunjukkan kepada Dunia

×

Murid SD Inpres Tello Baru 2 Makassar Diajak Menulis Pengalaman Hidup, Rusdin Tompo: Tunjukkan kepada Dunia

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.,Com-Makassar. Murid-murid kelas VI SD Inpres Tello Baru 2 Makassar mendapat pengalaman menarik saat mengikuti kegiatan literasi bersama penggiat literasi dan pemerhati anak, Rusdin Tompo, Senin (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para murid diajak menulis pengalaman hidup masing-masing, mulai dari kisah keluarga, pengalaman mengikuti lomba, hingga aktivitas sehari-hari yang berkesan.

Example 300x600

Kegiatan bertajuk Partisipasi Anak dan Pengembangan Minat Bakat ini merupakan bagian dari program inovasi Berlayar yang dikembangkan SD Inpres Tello Baru 2.

Program Berlayar terdiri atas empat klaster, yakni Belajar, Berkarya, Berkarakter, dan Berprestasi.

Melalui klaster Berprestasi, sekolah mendorong setiap murid mengembangkan potensi, bakat, dan minatnya, baik dalam bidang olahraga, sains, seni, maupun kegiatan lainnya.

Penggiat literasi sekaligus pendiri komunitas LISAN, Rusdin Tompo, hadir memberikan motivasi kepada para murid agar berani menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan.

“Kita bukan saja membaca buku, tetapi menulis buku, lalu tunjukkan kepada dunia,” ujar Rusdin Tompo di hadapan para murid.

Rusdin Tompo: Setiap Anak Punya Keunikan

Dalam kegiatan tersebut, Rusdin mengajak para murid memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan keunikan yang berbeda.

Menurutnya, potensi anak perlu diberi ruang agar dapat berkembang secara optimal.

Untuk menggambarkan pentingnya mengenali kemampuan masing-masing, Rusdin melontarkan pertanyaan sederhana kepada peserta.

“Kira-kira bisa tidak, kalau monyet disuruh menyelam, atau ikan dipaksa manjat pohon?” tanyanya.

Pertanyaan itu langsung dijawab serentak oleh para murid.

“Tidak!” jawab mereka.

Melalui ilustrasi tersebut, Rusdin ingin menunjukkan bahwa setiap anak mempunyai kelebihan yang tidak selalu sama dengan orang lain.

Karena itu, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan bakat sesuai minat masing-masing.

Ceritakan Pengalaman Masa Kecil Lewat Buku

Untuk memotivasi para murid, Rusdin Tompo kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ia mengaku sejak kecil menyukai kegiatan menggambar dan menulis puisi.

Rusdin juga memperlihatkan buku karyanya berjudul “Ana Makassar Basar di Ambon” yang diterbitkan pada 2025.

Buku tersebut berisi pengalaman masa kecilnya ketika tinggal di Ambon, Maluku, sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Di dalamnya terdapat berbagai kisah kehidupan yang pernah dialaminya, termasuk pengalaman mengikuti lomba melukis.

“Di buku ini ada piagam saya, saat juara satu melukis tingkat SD se-Provinsi Maluku. Ada juga cerita-cerita saat mandi di sungai, bantu orangtua di pasar, nonton penjual obat, dan kenangan sholat tarwih di masjid,” ungkap Rusdin.

Melalui buku tersebut, Rusdin memperlihatkan bahwa pengalaman sederhana pada masa kanak-kanak dapat menjadi bahan tulisan yang menarik.

Menurutnya, setiap anak memiliki cerita yang layak ditulis dan dibagikan kepada orang lain.

Pengalaman bersama keluarga, kegiatan di sekolah, hingga peristiwa yang dianggap biasa dapat menjadi sumber inspirasi dalam menulis.

Kisah Mengharukan Murid yang Pernah Hanya Diberi Air Putih

Setelah mendapatkan motivasi, para murid diminta menulis pengalaman mereka secara bebas.

Mereka boleh menceritakan pengalaman diantar orang tua ke sekolah, mengikuti perlombaan, menjalankan hobi, maupun kejadian yang paling diingat.

Meski kegiatan menulis berlangsung secara spontan, hasil tulisan para murid menghadirkan beragam kisah menarik.

Salah seorang murid menuliskan cerita tentang masa ketika dirinya baru dilahirkan.

Berdasarkan penuturan ibunya, ketika masih bayi ia pernah hanya diberi air putih karena orang tuanya tidak memiliki uang untuk membeli susu.

Kisah tersebut menjadi salah satu pengalaman pribadi yang dituangkan dalam tulisan.

Ada pula murid yang menceritakan perjuangannya mengikuti lomba ceramah agama.

Saat pertama kali mengikuti lomba, materi ceramah yang telah dipersiapkannya ternyata lebih dahulu dibawakan peserta lain.

Pengalaman itu membuatnya kurang beruntung dan sempat menjadi bahan cibiran teman-temannya.

Namun, pengalaman tersebut justru memotivasinya untuk mempersiapkan diri lebih baik.

Pada perlombaan ceramah agama berikutnya, ia berhasil meraih juara pertama.

Dari Bermain Bulutangkis hingga Meraih Juara

Cerita menarik lainnya datang dari seorang murid yang menuliskan pengalaman bermain bulutangkis bersama ayahnya.

Awalnya, ia hanya bermain dengan memukul kok tanpa memahami teknik permainan.

Namun, aktivitas yang bermula dari ajakan sang ayah itu kemudian berkembang menjadi kegemaran.

Bahkan, pengalaman bermain bulutangkis tersebut mengantarkannya meraih prestasi dalam perlombaan.

Sayangnya, belakangan ia jarang berlatih karena tali raketnya putus.

Selain kisah tersebut, para murid juga menulis pengalaman berziarah ke makam kakek, bermain layangan yang tersangkut di rumah tetangga, hingga kegiatan rutin berangkat ke sekolah.

Berbagai cerita itu ditulis menggunakan bahasa sederhana dan gaya bertutur khas anak-anak.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman sehari-hari dapat menjadi bahan tulisan yang menarik ketika anak-anak diberi kesempatan untuk bercerita.

Kepala Sekolah Apresiasi Potensi Murid

Kepala UPTD SPF SD Inpres Tello Baru 2, Sahrina, S.Pd.SD., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap antusiasme dan hasil tulisan para murid.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan kesempatan berkarya.

“Luar biasa anak-anak. Mereka rupanya punya potensi dan bakat. Insya Allah nanti dikembangkan,” ujar Sahrina.

Ia menjelaskan, pengembangan bakat dan prestasi murid merupakan salah satu perhatian sekolah melalui program inovasi Berlayar.

Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah Sabtu Berlayar, yakni wadah bagi murid untuk menampilkan kemampuan dan kreativitasnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergantian berdasarkan tingkatan kelas.

Melalui Sabtu Berlayar, sekolah memberikan ruang kepada murid untuk menunjukkan kemampuan di berbagai bidang sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.

Program ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, serta kreativitas peserta didik.

“Setiap anak punya layar sendiri, yang digunakan untuk berlayar ke berbagai tempat sesuai impian dan cita-citanya,” kata Sahrina.

SD Inpres Tello Baru 2 Jalin Kerja Sama dengan Komunitas LISAN

Kegiatan literasi tersebut tidak hanya diisi dengan motivasi dan praktik menulis pengalaman.

Pada akhir kegiatan, SD Inpres Tello Baru 2 melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan komunitas LISAN.

Kesepakatan tersebut berkaitan dengan penguatan hak partisipasi anak serta pengembangan minat dan bakat peserta didik.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas ruang bagi anak-anak untuk berkarya dan mengembangkan potensinya.

Melalui program Berlayar, sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk belajar, berkarya, membangun karakter, dan meraih prestasi sesuai kemampuan masing-masing.

Kegiatan bersama Rusdin Tompo sekaligus memperlihatkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca buku.

Anak-anak juga dapat menjadi penulis yang mengabadikan pengalaman dan kisah hidupnya sendiri.

Dari cerita sederhana tentang keluarga, sekolah, hingga perjuangan meraih prestasi, murid-murid SD Inpres Tello Baru 2 mulai belajar bahwa setiap pengalaman memiliki nilai dan layak dituliskan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *