BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris, M.Hum, menegaskan pentingnya sinergi antara PGRI Sulsel dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulsel. Pernyataan ini disampaikan kepada media, mengiringi undangan rapat konsolidasi yang diadakan oleh BBGTK, Senin 20 April 2026.
Wakil Rektor I UNM di masanya ini, juga mengucapkan terima kasih kepada BBGTK Sulsel atas undangan hadir dalam rapat konsolidasi yang sangat penting ini.
Disadari bersama betapa penting sinergi antara PGRI dan instansi pendidikan lainnya. Kerja sama ini akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulsel, tambahnya.
Sebelumnya, Kamis 16 April 2026, PGRI Sulsel bekerja sama dengan MPR RI sukses menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman para guru dan tenaga kependidikan mengenai nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan konstitusi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan anggota PGRI, agar mereka dapat berkontribusi lebih banyak dalam mendidik generasi bangsa yang lebih cerdas dan berkarakter,” ujar Prof. Hasnawi.
Prof. Hasnawi berharap agar rapat koordinasi ini menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan. “Mari bersama-sama membangun pendidikan yang lebih baik untuk generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Pada acara ini hadir utusan ketua PGRI dari 24 kabupaten dan kota se-Sulsel
Seperti diketahui rapat konsolidasi ini digelar pada 20-22 April 2026 ini bertujuan menyelaraskan pelaksanaan program prioritas dan memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Program prioritas yang dibahas termasuk pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam rangka pemetaan dan evaluasi dampak dari pengembangan kompetensi tersebut.
Selama acara, peserta diberikan paparan dan kesempatan untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan program prioritas tahun 2026. Beberapa narasumber yang terlibat dalam sesi tersebut antara lain Sainal Abidin Asmuddin, yang memaparkan tentang pelaksanaan program BCKS dan diklat peningkatan kompetensi tenaga kependidikan.
Selain itu, ada juga Sukimin Suhlian, Jamaluddin, dan Herawati yang membahas mengenai pembelajaran mendalam, peningkatan PM melalui seni, serta gerakan numerasi nasional.
Tak kalah Penting, pelatihan matematika gembira, peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris, serta perencanaan dan anggaran BBGTK Sulsel 2026 juga menjadi topik diskusi yang dibawakan oleh Bahtiar, Ninik Widjianingsih, dan Rizaputra.***


















