BERITASEMBILAN.Com-Maros. Kelompok XVI Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI 2026 melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema “Manajemen Pengelolaan Rumput Laut serta Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut melalui Penanganan Pascapanen dan Diversifikasi Produk Olahan Rumput Laut”.
Program tersebut merupakan bagian dari PKM Nasional Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia atau ADPERTISI yang dilaksanakan di Kabupaten Maros.
PKM Nasional ADPERTISI tahun ini mengusung tema besar “Literasi Penguatan Kelompok Tani dan Nelayan melalui Koperasi Desa”.
Kegiatan tersebut menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para dosen turun langsung ke desa untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing.
Sebelum turun ke lokasi pengabdian, seluruh peserta PKM Nasional ADPERTISI terlebih dahulu mengikuti coaching pada 27 Juni 2026.
Coaching tersebut bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat pemahaman metode pemberdayaan masyarakat, serta mempersiapkan strategi pelaksanaan program sesuai karakteristik wilayah pengabdian.
Kelompok XVI terdiri atas 18 dosen dari berbagai perguruan tinggi.
Mereka ditempatkan di Desa Bonto Mate’ne karena wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya pesisir, khususnya rumput laut dan tambak.
Rumput laut dinilai sebagai salah satu komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi.
Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan penguatan dalam pengelolaan usaha, peningkatan kualitas hasil panen, penanganan pascapanen, diversifikasi produk olahan, hingga strategi pemasaran.
Tim PKM Kelompok XVI juga memberikan materi mengenai model pengelolaan tambak berbasis ekologi dan iklim.
Materi tersebut menekankan pentingnya sistem budidaya yang memperhatikan kondisi lingkungan, kualitas air, karakteristik pasang surut, perubahan musim, serta keberlanjutan kawasan pesisir.
Selain itu, peserta juga mendapat edukasi terkait persiapan tambak, penentuan jadwal tebar sesuai kondisi iklim, pemberian pakan yang efisien, teknik panen, hingga analisis kelayakan usaha.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Bonto Mate’ne, Sangkala, S.E., menyambut baik pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI di desanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada tim dosen yang telah hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya rumput laut.
Menurutnya, kegiatan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha budidaya, mulai dari prapanen hingga pascapanen.
Ia berharap ilmu yang diberikan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas dan daya saing produk rumput laut.
Pendamping Kelompok XVI, Faradillah Usman, S.Tr.Kes., M.Tr.TGM., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bonto Mate’ne dan seluruh masyarakat yang telah menerima kehadiran tim PKM.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Bonto Mate’ne dan masyarakat yang telah menerima Tim Kelompok XVI untuk melaksanakan kegiatan pengabdian. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan edukasi kepada kelompok nelayan mengenai manajemen budidaya rumput laut, peningkatan kualitas hasil panen, penanganan pascapanen, diversifikasi produk olahan, pencatatan keuangan sederhana, serta strategi pemasaran.
Materi tersebut diarahkan agar masyarakat mampu meningkatkan nilai tambah produk rumput laut dan memperluas peluang pasar.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui diskusi interaktif antara dosen dan kelompok nelayan.
Para peserta aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pengaruh perubahan cuaca terhadap produksi, kualitas hasil panen, penanganan pascapanen, hingga pemasaran hasil produksi.
Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan budidaya secara berkelanjutan di Desa Bonto Mate’ne.
Kehadiran akademisi di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan wawasan baru dalam pengembangan sektor rumput laut dan tambak berbasis potensi lokal.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir.
Melalui tema besar penguatan kelompok tani dan nelayan melalui koperasi desa, ADPERTISI berharap koperasi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Koperasi desa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat posisi tawar petani serta nelayan.
PKM Nasional ADPERTISI 2026 di Kabupaten Maros menjadi bukti bahwa kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghadirkan program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata.
Melalui peningkatan literasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kelembagaan ekonomi desa, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.


















