BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Sulawesi Selatan menggelar Penataran Pelatih dan Wasit se-Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Makassar, 20–22 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PODSI Sulsel, Dr. H. Alimuddin, S.H., M.Kn., bersama jajaran pengurus PODSI Sulsel, panitia, narasumber, serta peserta penataran.
Penataran menjadi bagian dari program kerja Pengprov PODSI Sulsel tahun 2026 dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga dayung, khususnya kemampuan pelatih dan wasit.
Pelaksanaan kegiatan tersebut secara resmi didukung melalui Surat Keputusan Pengprov PODSI Sulsel Nomor 025/SKP/PODSI.SS/VII/2026 tentang Panitia Pelaksana Penataran Pelatih dan Wasit se-Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Dalam SK disebutkan, panitia bertugas merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan hingga melaporkan hasil kegiatan kepada Ketua Umum PODSI Sulsel.
Ketua Umum PODSI Sulsel, Dr. H. Alimuddin, S.H., M.Kn., mengatakan peningkatan kualitas pelatih dan wasit merupakan bagian penting dalam mendorong prestasi olahraga dayung Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pelatih yang memiliki pengetahuan, metodologi, serta kemampuan menyusun program latihan secara baik.
Demikian pula wasit dituntut memahami regulasi pertandingan dan memiliki profesionalisme sehingga setiap kompetisi dapat berlangsung secara objektif dan sesuai ketentuan.
Karena itu, penataran diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga meningkatkan standar pembinaan olahraga dayung di daerah.
Pelajari TBR, Canoeing hingga Rowing
Penataran dirancang dengan memadukan pembelajaran teori dan praktik lapangan.
Berdasarkan susunan acara, kegiatan dimulai Kamis (20/8/2026) dengan registrasi peserta, pre-test, dan upacara pembukaan. Setelah pembukaan, peserta memperoleh materi psikologi olahraga yang dibawakan Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO.
Memasuki Jumat (21/8/2026), kegiatan dibagi dalam materi kepelatihan dan perwasitan.
Peserta pelatihan pelatih mendalami teknik dan metodologi melatih cabang dayung Traditional Boat Race (TBR), canoeing, dan rowing. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi lapangan serta penyusunan program latihan.
Sementara peserta penataran wasit mendapatkan materi mengenai peraturan olahraga dayung canoeing dan rowing serta etika dan psikologi perwasitan.
Pada Sabtu (22/8/2026), peserta kembali menjalani simulasi lapangan untuk kelompok pelatih, sedangkan kelompok wasit mengikuti praktik perwasitan dayung. Seluruh rangkaian kemudian diakhiri dengan post-test.
PB PODSI Turunkan Narasumber
Penataran ini juga mendapat dukungan dari Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI).
Melalui surat Nomor 291/PODSI/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026, PB PODSI menunjuk M. Suryadi, Ketua Bidang Prestasi Canoeing Non Olympic PB PODSI, sebagai narasumber pelatihan pelatih dayung canoeing tingkat Sulawesi Selatan. Penunjukan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi Pengprov PODSI Sulsel dengan PB PODSI di Jakarta pada 3 Agustus 2026.
Kehadiran narasumber dari PB PODSI diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai perkembangan teknik kepelatihan sekaligus standar pembinaan olahraga dayung yang diterapkan secara nasional.
Nukhrawi Nawir Ketua Panitia
Penataran diketuai Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO, didampingi Drs. Suarman, M.Pd. sebagai sekretaris dan Dr. H. Mulyono Caco sebagai bendahara.
Sementara koordinator narasumber terdiri atas Gustiana, S.E.; Kapten Laut Asmawati D. Sumban; Sumarni Mahmin, S.Pd., M.M.; H. Zaenal Abidin, S.Pd.; Suhartati, S.E.; dan Anwar Tara, S.Pd.
Prof Nukhrawi mengatakan penataran menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga teknis olahraga dayung di Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, para pelatih diharapkan semakin mampu merancang program latihan yang sistematis dan sesuai perkembangan olahraga prestasi. Pada sisi lain, peningkatan kapasitas wasit diperlukan untuk menghadirkan perangkat pertandingan yang memahami aturan serta mampu menjalankan tugas secara profesional.
Dengan semakin baiknya kualitas pelatih dan wasit, PODSI Sulsel berharap pembinaan atlet di kabupaten dan kota dapat berlangsung lebih terarah.
Upaya tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem olahraga dayung Sulawesi Selatan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan regional maupun nasional.
Demikian humas Panitia Pelatihan, Muhammad Yahya memberitakan. ***


















