BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kehadiran Kampus Pelayaran Politeknik Pelayaran Palopo kian menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaut di wilayah Luwu Raya dan Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kuliah umum dan wawancara taruna bersama PT Aweidhia Crew Management, yang diikuti puluhan taruna dari jurusan nautika dan teknika.
Direktur Politeknik Pelayaran Palopo, H. Kemal Eden, Selasa (10/2/2025), mengatakan kerja sama dengan dunia industri maritim merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kampus Pelayaran Politeknik Palopo hadir untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja pelaut yang profesional. Melalui kerja sama seperti ini, taruna tidak hanya dibekali teori, tetapi juga disiapkan secara mental, etika, serta kemampuan komunikasi internasional,” ujar H. Kemal Eden.
Ia menegaskan, keberadaan kampus pelayaran di Palopo diharapkan memberi dampak luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi pembangunan daerah Luwu Raya secara keseluruhan.
“Harapan kami, kehadiran kampus ini mampu membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi putra-putri Luwu Raya dan Sulawesi Selatan. Sektor maritim adalah peluang besar, dan kami ingin masyarakat daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama,” tegasnya.
Menurut H. Kemal, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri pelayaran global yang menuntut kemampuan komunikasi internasional.
“Dengan penguasaan bahasa dan keterampilan yang baik, lulusan kita dapat bersaing di tingkat global. Ini merupakan kontribusi nyata kampus dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus mendorong perekonomian daerah,” tambahnya.
Sementara itu, kerja sama dengan PT Aweidhia Crew Management membuka jalur konkret bagi taruna untuk mengikuti program Praktek Laut (Prala) atau magang di kapal selama satu tahun melalui jaringan perusahaan dan mitra internasional.
Sebanyak 32 taruna mengikuti proses wawancara dan seleksi. Bagi taruna yang dinyatakan lulus, program ini menjadi pintu masuk menuju dunia kerja profesional di sektor pelayaran.
Kemal Eden berharap, sinergi berkelanjutan antara kampus, industri, dan pemerintah daerah dapat menjadikan Politeknik Pelayaran Palopo sebagai salah satu motor penggerak peningkatan kualitas SDM pelaut, sekaligus memperkuat posisi Luwu Raya sebagai kawasan maritim yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan.***


















