BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mengusulkan Hymne Bahasa Indonesia menjadi bagian dari tradisi dalam setiap kegiatan IKAPROBSI.
Usulan itu disampaikan Prof Andis, sapaan akrabnya, saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional IKAPROBSI 2026 di atas kapal phinisi yang berlayar menyusuri perairan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (8/8/2026) malam.
Menurut Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., organisasi yang menghimpun pengelola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki tanggung jawab membangun kecintaan sekaligus kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.
Karena itu, Hymne Bahasa Indonesia dinilai layak mendapat ruang dalam setiap kegiatan IKAPROBSI, baik di tingkat pusat maupun wilayah.
“Setiap kegiatan IKAPROBSI hendaknya dibiasakan menyanyikan Hymne Bahasa Indonesia. Ini menjadi bagian dari kecintaan dan kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia,” kata Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum.
Dari Phinisi di Pantai Losari
Penyampaian gagasan tersebut berlangsung dalam suasana berbeda dari forum akademik pada umumnya.
Para peserta berada di atas kapal phinisi yang berlayar di kawasan Pantai Losari setelah mengikuti rangkaian Rakernas X dan Seminar Internasional IKAPROBSI di Makassar.
Prof Andis yang juga Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Ketua Panitia Rakernas X dan Seminar Internasional mengatakan, pemilihan phinisi ikut menghadirkan identitas Makassar dalam rangkaian penutupan kegiatan nasional tersebut.
Di tengah pelayaran, Wakil Sekretaris Jenderal IKAPROBSI, Prof. Dr. Suhartono dari Universitas Negeri Surabaya, membacakan rekomendasi hasil Rakernas X.
Forum tersebut menghasilkan enam rekomendasi yang mencakup penguatan tata kelola program studi, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), internasionalisasi bahasa Indonesia, hingga penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.
Prof Andis: Kampus Harus Perkuat Bahasa Indonesia
Prof Andis mengatakan hasil Rakernas tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen organisasi.
Rekomendasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata oleh pengelola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di berbagai perguruan tinggi.
Salah satu perhatian penting Rakernas adalah posisi bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan tinggi.
IKAPROBSI mendorong perguruan tinggi menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia, mulai dari bahasa pengantar pendidikan, komunikasi di lingkungan kerja, dokumen resmi akademik, hingga forum ilmiah nasional dan internasional yang diselenggarakan perguruan tinggi di Indonesia.
Bagi Prof Andis, posisi strategis tersebut sekaligus menempatkan IKAPROBSI sebagai salah satu kekuatan akademik yang harus terus menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia.
Terlebih, anggota IKAPROBSI merupakan pengelola dan akademisi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai perguruan tinggi.
Karena itu, kecintaan terhadap bahasa Indonesia harus tercermin tidak hanya melalui penelitian, pembelajaran, dan publikasi, tetapi juga dalam budaya organisasi.
Gagasan membiasakan Hymne Bahasa Indonesia, menurutnya, menjadi salah satu cara sederhana membangun kebanggaan tersebut.
Bahasa Indonesia Harus Semakin Diperhitungkan
Prof Andis juga menaruh perhatian pada upaya membawa bahasa Indonesia semakin kuat dalam pergaulan global.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran besar karena kampus menjadi tempat bahasa Indonesia dikembangkan sebagai bahasa pendidikan, penelitian, dan ilmu pengetahuan.
Rakernas X antara lain merekomendasikan penguatan internasionalisasi bahasa Indonesia melalui dukungan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta berbagai bentuk kolaborasi.
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia juga didorong menjadi pelopor gerakan kampus dalam mengkritisi penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan media sosial.
Kajian tersebut tidak hanya diarahkan untuk menemukan kesalahan penggunaan bahasa, tetapi juga menawarkan solusi.
Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum. juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat IKAPROBSI atas kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh Makassar dan IKAPROBSI Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara sebagai penyelenggara Rakernas X dan Seminar Internasional 2026.
Ia menyampaikan terima kasih kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah datang ke Makassar dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Prof Andis sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan.
Bagi Unismuh Makassar, kepercayaan sebagai tuan rumah menjadi kesempatan memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antarpengelola Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Rakernas Ditutup Prof Sarwiji Suwandi
Ketua Umum IKAPROBSI, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., selanjutnya menutup secara resmi Rakernas X dan Seminar Internasional IKAPROBSI.
Penutupan di atas phinisi menjadi akhir dari rangkaian forum yang mempertemukan akademisi, pengelola program studi, dosen, peneliti, dan pemangku kepentingan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Namun bagi Prof Andis, berakhirnya Rakernas justru menjadi awal untuk menjalankan rekomendasi yang telah dihasilkan.
Dari atas phinisi di perairan Pantai Losari, ia menitipkan satu gagasan untuk IKAPROBSI: Hymne Bahasa Indonesia tidak sekadar dinyanyikan, tetapi dijadikan tradisi yang menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia di setiap kegiatan organisasi.***


















