BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan. Bertempat di Kampus II UMI, Senin (9/2), UMI menggelar Tryout Gratis bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA sederajat, dirangkaikan dengan Seminar Pendidikan bagi kepala sekolah dan guru se-Sulsel.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan insan pendidikan dalam menjawab tantangan transformasi teknologi, sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H Hery Sumiharto SE MEd, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sulsel. Turut hadir jajaran pimpinan Yayasan Wakaf UMI dan Rektorat UMI, di antaranya Ketua Pembina YW-UMI Prof Dr H Mansyur Ramly, Ketua Pengurus YW-UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, serta Rektor UMI Prof Dr H Hambali Thalib SH MH.
Pendidikan Digital Tak Boleh Lepas dari Nilai
Dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Sekolah Bermutu, Generasi Adaptif: Menjawab Kebutuhan Pendidikan di Era Transformasi Teknologi”, Prof Mansyur Ramly menegaskan bahwa kemajuan teknologi dalam pendidikan harus tetap berakar pada nilai spiritual dan akhlak.
“Pendidikan digital itu fleksibel dan kolaboratif. Namun di UMI, kami menegaskan bahwa ilmu tidak boleh bebas nilai. Ilmu harus dituntun oleh iman, takwa, dan akhlakul karimah,” ujarnya.
Prof Mansyur juga mengutip pesan Ali bin Abi Thalib RA tentang pentingnya mendidik generasi sesuai zamannya. Ia menekankan bahwa di UMI, proses belajar diposisikan sebagai ibadah dan ruang kreatif untuk menumbuhkan keberanian berpikir.
Sejalan dengan itu, Kabid SMK Disdik Sulsel, H Hery Sumiharto, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini fokus pada revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan. Guru dan kepala sekolah didorong menjadi pemimpin perubahan.
“Sekolah harus menjadi ekosistem yang membahagiakan. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendamping yang membantu siswa memaknai arus informasi digital secara positif dan siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.
Rektor UMI: Kuliah Adalah Memilih Tempat Bertumbuh
Sementara itu, Rektor UMI Prof Hambali Thalib menyampaikan pesan yang relevan bagi Generasi Z dan Generasi Alfa. Ia menegaskan bahwa memilih perguruan tinggi bukan sekadar soal masuk kampus, melainkan memilih lingkungan untuk bertumbuh sebagai manusia seutuhnya.
“Kuliah itu bukan cuma soal masuk kampus, tetapi soal memilih tempat tumbuh dan berkembang. Tempat yang membuat kamu nyaman menjadi diri sendiri, sekaligus memberi ruang untuk gagal, bangkit, belajar, dan mencoba lagi,” ujar Prof Hambali.
Ia menegaskan bahwa UMI dibangun sebagai kampus yang manusiawi, adaptif, dan terbuka terhadap kreativitas mahasiswa, tanpa meninggalkan nilai keislaman.
“Di UMI, prestasi dihargai, tapi bakat juga dirawat. Akademik, riset, seni, olahraga, kewirausahaan, hingga konten digital semuanya difasilitasi. Masa depan tidak lahir dari satu jenis kecerdasan saja,” lanjutnya.
Prof Hambali juga mengungkapkan bahwa UMI telah melahirkan lebih dari 150 ribu alumni yang berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pimpinan BUMN, hingga profesional di bidang kesehatan, teknik, dan akademik.
“Mereka bukan selalu yang paling pintar sejak awal. Tetapi sejak di UMI, mereka dilatih untuk berani memimpin. Dan tradisi itu kami jaga hingga hari ini,” tegasnya.
Sebagai kampus berakreditasi Unggul dengan 118 profesor dan lebih dari 1.000 dosen, UMI juga menyiapkan master plan kampus masa depan yang ramah teknologi dan ramah manusia.
“Kami ingin kampus ini menjadi tempat belajar dengan serius, tetapi hidup dengan riang gembira,” tutupnya.
Ribuan Siswa Ikuti Tryout Gratis
Sementara itu, suasana meriah terlihat di Auditorium Al Jibra, tempat ribuan siswa SMA/SMK/MA mengikuti Tryout Gratis UMI. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran selebgram asal Makassar serta pembagian doorprize, mulai dari sepeda hingga perangkat elektronik.
Ketua Panitia, Prof Dr Ir H Dirgahayu Lantara, menjelaskan bahwa tryout ini bukan sekadar simulasi ujian, melainkan bagian dari strategi UMI menjaring dan membina calon mahasiswa unggul.
“UMI menyiapkan beasiswa bagi 50 peserta dengan nilai tryout tertinggi. Ini bukan hanya seleksi akademik, tetapi langkah nyata kami menyiapkan generasi yang adaptif, unggul, dan tetap berkarakter,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pendidikan dan dakwah yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang berdaya saing tanpa kehilangan nilai.***


















