BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pengurus Perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP PGRI) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat tata kelola delapan satuan pendidikan yang berada di bawah pembinaannya.
Pembenahan tersebut mencakup konsolidasi organisasi, pendataan peserta didik, inventarisasi aset, hingga penyusunan program pembinaan dan pendampingan sekolah.
Ketua YPLP PGRI Kabupaten Bantaeng, Drs. H. Baharuddin, M.M., mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari program kerja kepengurusan masa bakti 2025–2030.
Hal itu disampaikan Baharuddin kepada media pada akhir Oktober 2026, merujuk pada laporan pelaksanaan kegiatan pengurus yang disusun pada 17 Oktober 2026.
Menurut laporan tersebut, YPLP PGRI Kabupaten Bantaeng saat ini membina delapan satuan pendidikan, mulai dari kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah kejuruan.
Delapan Sekolah Binaan Miliki 295 Peserta Didik
Baharuddin menjelaskan, delapan satuan pendidikan yang berada dalam pembinaan YPLP PGRI Bantaeng terdiri atas satu kelompok bermain, lima taman kanak-kanak, satu SMP, dan satu SMK.
Kedelapan satuan pendidikan tersebut adalah KB Handayani PGRI Bantaeng, TK Handayani PGRI, TK Handayani PGRI Kampung Beru, TK Handayani PGRI Bungung Bale, TK Handayani PGRI Tamabongong, TK Handayani PGRI Bonto Jonga, SMP PGRI Campaga Loe, serta SMK PGRI Bantaeng.
Berdasarkan pendataan tahun 2025–2026, keseluruhan satuan pendidikan tersebut memiliki 295 peserta didik.
SMK PGRI Bantaeng tercatat memiliki jumlah peserta didik terbanyak, yakni 90 orang, dengan 15 guru dan tiga tenaga kependidikan.
Disusul SMP PGRI Campaga Loe sebanyak 75 peserta didik, 13 guru, dan dua tenaga kependidikan.
Sementara itu, enam satuan pendidikan anak usia dini memiliki jumlah peserta didik yang bervariasi antara 15 hingga 30 orang.
Secara keseluruhan, delapan satuan pendidikan tersebut didukung 39 guru dan 11 tenaga kependidikan, dengan total 21 rombongan belajar.
Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengurus untuk menyusun kebijakan pengembangan dan pembinaan sekolah secara lebih terarah.
Baharuddin Prioritaskan Pendataan Aset Sekolah
Selain melakukan pendataan peserta didik dan tenaga pendidik, YPLP PGRI Kabupaten Bantaeng juga memberikan perhatian pada status kepemilikan tanah dan bangunan sekolah.
Baharuddin menempatkan penataan administrasi aset sebagai salah satu agenda penting dalam penguatan tata kelola lembaga pendidikan PGRI.
Berdasarkan laporan pengurus, sejumlah satuan pendidikan telah tercatat memiliki tanah dan bangunan dengan status milik.
Namun, terdapat pula satuan pendidikan yang menggunakan tanah dan bangunan berstatus pinjam pakai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyusunan program inventarisasi, penertiban dokumen, serta pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan.
Pengurus juga merencanakan penguatan administrasi kelembagaan agar pengelolaan aset sekolah dapat dilakukan secara lebih tertib dan akuntabel.
Siapkan Program Kunjungan dan Pembinaan Sekolah
Baharuddin menjelaskan, pengurus YPLP PGRI Kabupaten Bantaeng telah menyusun program kunjungan dan pembinaan terhadap seluruh sekolah binaan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan pihak terkait lainnya.
Dalam rencana kerja 2026–2027, pembinaan sekolah akan difokuskan pada tiga aspek utama.
Pertama, pembenahan manajemen sekolah, termasuk perencanaan program, pengelolaan sumber daya manusia, serta peningkatan efektivitas tata kelola.
Kedua, penataan administrasi kelembagaan, meliputi legalitas dan izin operasional, pengelolaan dokumen sekolah, serta pelaporan keuangan dan penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Ketiga, penguatan komunikasi dan koordinasi antara pengurus YPLP PGRI, pengelola sekolah, guru, komite sekolah, dan orang tua peserta didik.
Kegiatan pembinaan juga dirancang untuk memantau mutu pembelajaran, kondisi sarana dan prasarana, serta menyerap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah.
Pengurus telah menyusun jadwal kunjungan berdasarkan kelompok lokasi sekolah agar kegiatan pembinaan dapat dilakukan secara terstruktur.
Kepengurusan Baru Perkuat Konsolidasi
Baharuddin menyampaikan bahwa kepengurusan YPLP PGRI Kabupaten Bantaeng masa bakti 2025–2030 masih berada pada tahap awal pelaksanaan program kerja.
Karena itu, konsolidasi internal, penyusunan program, serta penguatan koordinasi dengan satuan pendidikan menjadi perhatian utama.
Dalam menjalankan organisasi, Baharuddin didampingi Wakil Ketua Nurming, S.Pd., M.M., Sekretaris Muhammad Yumri, S.Pd., dan Bendahara Nursyamsih, S.Pd.
Pengurus juga didukung Muhammad Ali, S.Pd., Andi Awinarni Bausad, S.Pd., M.Pd., Mantasiah, S.Pd., serta operator Sulfiana, S.Pd.
Kepengurusan tersebut bertanggung jawab melaksanakan program pembinaan satuan pendidikan sekaligus melakukan koordinasi dengan YPLP PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Baharuddin berharap penguatan organisasi dan pembenahan tata kelola dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah PGRI di Kabupaten Bantaeng.
Melalui pendataan yang lebih tertib, pembinaan yang terencana, serta pengelolaan aset yang akuntabel, YPLP PGRI Bantaeng diarahkan menjadi lembaga pendidikan yang semakin profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengurus menargetkan program kerja dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi perkembangan seluruh satuan pendidikan binaan.***


















