BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tunjangan Profesi Dosen (TPD) dan Tunjangan Kehormatan Guru Besar (TKGB) bagi dosen tetap yayasan di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu, 22 Oktober 2025.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tim LLDIKTI IX yang dipimpin oleh Bakri, Sos. M.Si bersama sejumlah anggota, yakni Sukmawati, Namira, Astira, Santri Husain, dan Laode Abdul Kadir. Dari pihak kampus, kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik.
Dr Ihyani pada sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim LLDIKTI IX dan menegaskan pentingnya kegiatan Monev untuk menjaga transparansi dan validitas data tunjangan dosen yayasan.
“Hari ini kita tidak hanya dimonitor, tetapi juga dievaluasi agar data kita benar-benar sesuai dengan kondisi nyata. Ini bukan kepentingan LLDIKTI semata, melainkan kepentingan kita semua,” ujar Ihyani.
Ia menambahkan, kegiatan Monev berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan seluruh fakultas secara bergiliran. Ihyani juga berharap dosen dapat bersikap terbuka dan kooperatif dalam memberikan data serta informasi yang dibutuhkan.
“Tidak ada yang perlu disembunyikan. Kita ingin memastikan kesesuaian data yang telah diisi dengan kondisi sebenarnya,” tambahnya.
Pastikan Data Akurat dan Akuntabel
Perwakilan LLDIKTI IX, Bakri, menjelaskan bahwa Monev dilakukan untuk memastikan kesesuaian data tunjangan profesi dosen dengan jabatan fungsional dan status keaktifan masing-masing dosen.
“Kami turun bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa tunjangan yang diterima dosen sudah sesuai dengan hak dan kewajibannya,” jelas Bakri.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara dosen dan admin perguruan tinggi dalam memperbarui data pada sistem Sister dan BKD Online. Menurutnya, Unismuh Makassar menunjukkan kinerja yang baik dalam hal kecepatan dan ketepatan pembaruan data.
“Kami mengapresiasi Unismuh Makassar karena respons dan perbaikan datanya tergolong cepat dibandingkan perguruan tinggi lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Sukmawati dari Bidang Keuangan LLDIKTI IX menambahkan bahwa kegiatan Monev juga merupakan langkah strategis memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Sekitar 90 persen anggaran LLDIKTI Wilayah IX dialokasikan untuk tunjangan profesi dosen yayasan. Karena itu, pengawasan dari pusat juga sangat ketat,” tuturnya.
Ia menegaskan, keterlambatan pengusulan dokumen SPTJM atau ketidaktertiban administrasi dapat berakibat pada penundaan pembayaran tunjangan. Sukmawati juga mengingatkan agar dosen yang sedang menjalani tugas belajar tidak diusulkan sebagai penerima sertifikasi dosen untuk menghindari temuan dan potensi pengembalian dana oleh BPK atau Inspektorat.
Unismuh Makassar Raih Penerima Serdos Terbanyak di Wilayah IX
Menutup kegiatan tersebut, Bakri menyampaikan apresiasi khusus kepada Unismuh Makassar yang berhasil menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerima sertifikasi dosen (Serdos) terbanyak di Wilayah IX pada periode pertama tahun 2025.
“Kami sangat menghargai kepedulian dan kerja keras admin di Unismuh. Harapannya, tunjangan yang diterima dosen juga bisa disisihkan untuk mendukung publikasi ilmiah dan peningkatan kinerja tridarma,” ujar Bakri.
Kegiatan Monev ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara LLDIKTI IX dan perguruan tinggi, khususnya dalam memastikan kesejahteraan dosen sekaligus peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.***


















