BERITASEMBILAN.Com-Maros. Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia atau ADPERTISI kembali menggelar Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM Nasional di Maros..
Salah satu titik pelaksanaan PKM Nasional tersebut berlangsung di Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin (30/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka datang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi terhadap persoalan masyarakat desa, terutama dalam bidang pertanian, literasi keuangan, pemanfaatan teknologi, pengelolaan lingkungan, hingga pemasaran produk desa.
PKM Nasional ADPERTISI Kelompok XVII di Desa Minasa Baji dikoordinasikan oleh Dr. H. Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak. Ia didampingi A. Fathurrahman Hala, S.Si., M.Si. selaku pendamping kelompok.
Para pemateri berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Negeri Makassar, Universitas Bosowa, STIEM Bongaya Makassar, Universitas Islam Makassar, Universitas Al Asyariah Mandar, Universitas Sawerigading, Universitas Riau Kepulauan, Akademi Media Radio dan Televisi Jakarta, Institut Teknologi Gamalama Ternate, Universitas Puangrimaggalatung Wajo, STIM Lasharan Jaya Makassar, serta Institut Teknologi dan Bisnis Karya Pembangunan Papua.
Kehadiran akademisi lintas daerah tersebut menjadi wujud kolaborasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui pendidikan, pendampingan, dan pengabdian.
Koordinator Kelompok XVII, Dr. H. Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Minasa Baji dan masyarakat yang telah menerima kehadiran tim PKM Nasional ADPERTISI.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Kepala Desa, perangkat desa, hingga seluruh warga yang telah menerima kehadiran kami dan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga ilmu yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian Kelompok XVII dibagi ke dalam empat kelompok materi. Materi pertama mengangkat tema “Pengelolaan Limbah Rumah Tangga sebagai Bahan Kompos.”
Materi ini dibawakan oleh A. Fathurrahman Hala, S.Si., M.Si., Dr. Fitrianti, S.P., M.Si., Dr. Sri Sugiharti, S.Pd., M.Pd., Djuniarti, S.H., M.H., dan Dr. Sudibyo, S.Sn., M.Sn.
Para pemateri menjelaskan pentingnya pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. Selain menjaga lingkungan, kompos juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang murah dan mudah dibuat oleh masyarakat.
Materi kedua membahas “ChatGPT sebagai Asisten Digital Nelayan dalam Membangun Usaha Berbasis Koperasi Desa.”
Sesi ini menghadirkan Dr. H. Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak., Ilham Djufri, S.T., M.Kom., Dr. Burhanuddin, S.Pd., M.Si., M.M., M.Ak., Sitti Fadjiyah, S.E., M.Pd., Ak., Arif Mashuri, S.E., M.Ak., Dr. Khaeril, S.E., M.Si., dan Nur Azizah Basmar, S.E., M.Acc.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, khususnya ChatGPT, sebagai asisten digital.
Teknologi ini dapat membantu nelayan dan pelaku usaha desa dalam mencari informasi, menyusun administrasi koperasi, merancang strategi usaha, hingga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Materi ketiga mengusung tema “Optimalisasi Peran Kelompok Tani melalui Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Pendapatan.” Materi ini dibawakan oleh Ir. Sulfiana, M.Si., Ph.D., Dr. Djohar, M.Si., dan Dr. Drs. Ichsan Ansari Ibrahim, M.M.
Para pemateri menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kelompok tani. Dengan kemampuan mencatat, mengelola, dan merencanakan keuangan secara baik, kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha dan pendapatan anggota.
Sementara itu, materi keempat membahas “Pemberdayaan Kelompok Tani dan Nelayan melalui Pengetahuan Pengemasan, Branding, dan Pemasaran Digital Produk Pertanian dan Perikanan.”
Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Rifqi Asrib, M.T., Prof. Dr. Ir. Majdah M. Zain, M.Si., dan Dr. Ir. Helda Ibrahim, S.P., M.Si.
Para pemateri menjelaskan pentingnya inovasi pengemasan, penguatan merek atau branding, serta pemanfaatan pemasaran digital agar produk pertanian dan perikanan masyarakat memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
Kepala Desa Minasa Baji, Umar Bakkara, S.IP., menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Desa Minasa Baji sebagai salah satu lokasi PKM Nasional ADPERTISI.
“Kami sangat senang karena desa kami dikunjungi oleh orang-orang hebat, para doktor dan profesor yang bersedia berbagi ilmu kepada masyarakat.
Kehadiran bapak dan ibu dosen tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan literasi serta mengembangkan kapasitas kelompok tani di desa ini,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti pemaparan materi.
Para peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi, terutama dalam pengelolaan pertanian, pengembangan usaha, dan pemasaran produk desa.
Pendamping Kelompok XVII, A. Fathurrahman Hala, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Ia berharap kolaborasi antara ADPERTISI dan Pemerintah Desa Minasa Baji tidak berhenti pada kegiatan PKM Nasional ini.
“Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya sebagai pendamping kelompok. Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pemateri, Pemerintah Desa, dan seluruh masyarakat apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” tuturnya.
“Besar harapan kami agar silaturahmi dan kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut melalui kegiatan pengabdian berikutnya, bahkan menjadikan Desa Minasa Baji sebagai desa mitra bagi perguruan tinggi yang tergabung dalam ADPERTISI,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, ADPERTISI kembali menegaskan perannya sebagai wadah kolaborasi akademisi lintas perguruan tinggi.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan solusi nyata untuk mendukung pembangunan desa, memperkuat literasi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Minasa Baji. ***


















