BERITASEMBILN.Com-Makassar. SMA Muhammadiyah Bontoala terus berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah tantangan dunia pendidikan swasta yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Bontoala, Andy Nurbayyinah, S.Pd., M.M., saat ditemui di lingkungan sekolah, Kamis (21/5/2026).
Menurut Andy Nurbayyinah, S.Pd., M.M., jumlah siswa di sekolah tersebut saat ini sekitar 50 orang mulai dari kelas X hingga kelas XII.
“Peserta didik yang mengikuti ujian tahun ini sebanyak 12 orang,” ujarnya.
Meski jumlah siswa relatif terbatas, sekolah tetap berupaya menjaga kualitas pendidikan dan mendorong siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Setiap tahun, kata dia, terdapat satu hingga dua siswa yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Salah satu alumni diketahui diterima di Universitas Negeri Makassar jurusan Administrasi Kesehatan.
Selain itu, ada pula alumni yang melanjutkan pendidikan di kampus kesehatan seperti Universitas Indonesia Timur.
Andy Nurbayyinah, S.Pd., M.M., menjelaskan sejumlah siswa sebenarnya memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke Universitas Muhammadiyah Makassar, terlebih bagi siswa yang aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah terdapat peluang memperoleh beasiswa BWP.
Namun, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala bagi sebagian siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Beberapa siswa memilih membantu orang tua bekerja,” katanya.
Di sisi lain, organisasi IPM di SMA Muhammadiyah Bontoala masih aktif dan melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan sekolah maupun organisasi.
Untuk menarik minat calon peserta didik baru, pihak sekolah melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah negeri dan swasta.
“Pendaftar baru setiap tahun sekitar lima sampai tujuh siswa,” jelasnya.
SMA Muhammadiyah Bontoala juga didukung sekitar 16 tenaga pendidik. Meski demikian, pihak sekolah mengakui kesejahteraan guru masih menjadi tantangan karena honor menyesuaikan jumlah siswa.
Andy Nurbayyinah, mengatakan dirinya terus berupaya menjaga hubungan baik dengan para guru agar semangat mengajar tetap terpelihara.
“Yang terpenting bagaimana semua tetap saling mendukung dalam menjalankan tugas pendidikan,” tuturnya.
Di kawasan pendidikan Muhammadiyah Bontoala sendiri terdapat jenjang SD, SMP hingga SMA. Namun, tidak semua siswa melanjutkan pendidikan dalam satu lingkungan Muhammadiyah karena sebagian ingin mencoba suasana baru di sekolah lain.
Andy Nurbayyinah, merupakan alumni sekolah Muhammadiyah sejak tingkat SD hingga SMA di kawasan Tello.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin jurusan Biologi dan mulai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun 1990.
Setelah sempat bertugas di Wakatobi selama tiga tahun, ia pindah ke SMA Muhammadiyah Bontoala pada 1994 dan aktif di berbagai organisasi Muhammadiyah seperti IPM, IMM, dan Tapak Suci.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan, dirinya Insyaallah akan memasuki masa pensiun tahun depan.
Meski demikian, ia berharap SMA Muhammadiyah Bontoala tetap berkembang dan terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa. (reza abdillah-qifrah)


















