BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Seminar Kepustakaan dalam rangka Hari Pustakawan Indonesia 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Andalan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, 7 Juli 2026.
Seminar ini mengusung tema “Meneguhkan Peran Strategis Perpustakawan dalam Mewujudkan Perpustakaan Berdampak bagi Masyarakat”.
Kegiatan dibuka Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog.
Dalam sambutannya, Prof. Jufri menyampaikan apresiasi kepada para pustakawan yang tengah memperingati Hari Pustakawan Indonesia ke-53.
Ia mengatakan, pustakawan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta memperkuat budaya literasi masyarakat.
“Kita harus menghargai profesi kita dengan terus meningkatkan profesionalitas sebagai pustakawan, termasuk yang dari daerah. Perlu terus mengikuti perkembangan perpustakaan agar selalu adaptif,” ujar Guru Besar Universitas Negeri Makassar itu.
Prof. Jufri menambahkan, pustakawan memiliki ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang dapat dibagikan kepada sesama pustakawan maupun masyarakat.
Menurutnya, pustakawan perlu saling belajar melalui praktik baik dan inovasi layanan untuk meningkatkan kompetensi, minat baca, dan literasi masyarakat.
Ia juga mengajak para pustakawan membangun komunikasi dan kolaborasi sebagai satu kesatuan profesi agar terus berkembang dari waktu ke waktu.
Seminar tersebut digelar setelah upacara dan apel besar peringatan Hari Pustakawan Indonesia. Ikatan Pustakawan Indonesia atau IPI merupakan organisasi profesi pustakawan yang didirikan di Bogor pada 7 Juli 1973.
Ketua IPI Wilayah Sulawesi Selatan, Syamsul Arif, S.Sos., MA., mengatakan jumlah pustakawan di Sulsel saat ini lebih dari 500 orang.
Namun, peserta yang hadir dalam seminar tersebut sebanyak 240 pustakawan dari perwakilan 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Tahun ini, tema Hari Pustakawan Indonesia mengandung makna bahwa pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, inovator layanan, pendamping masyarakat, dan penggerak transformasi sosial melalui perpustakaan,” kata Syamsul Arif.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Mohammad Hasan, SH., MH., Pustakawan Ahli Utama Dispusarsip Sulsel; Dr. Iskandar, S.Sos., MM., Pustakawan Universitas Hasanuddin; serta Dr. Irsan, S.I.P., M.I.P., Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang.
Seminar dipandu Dini Nurul Nazhifah, S.IP., sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Dr. Irsan mengatakan pustakawan merupakan pekerja pengetahuan. Karena itu, perpustakaan harus menjadi ruang belajar bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, perpustakaan perlu terus bertransformasi mengikuti perkembangan informasi, teknologi, keterampilan baru, serta harapan masyarakat terhadap layanan dan ruang publik.
“Konsep inklusi sosial mestinya menjadikan perpustakaan tidak hanya diisi oleh kalangan terpelajar dan intelektual, tetapi juga oleh para praktisi,” ujar mantan Ketua IPI Kabupaten Enrekang itu.
Sementara itu, Mohammad Hasan Sijaya menekankan pentingnya pustakawan mengenali jati diri profesinya.
Mantan Kepala Dispusarsip Sulsel itu mengatakan pustakawan harus berani melakukan introspeksi dan terus meningkatkan profesionalisme dalam bekerja.
Menurutnya, pustakawan harus memberikan layanan terbaik, melakukan inovasi, serta memiliki tujuan yang jelas dalam setiap program yang dijalankan.
“Hari ini kita mesti happy karena ini hari jadi kita. Orang yang happy akan dengan senang hati melakukan evaluasi atas apa yang dikerjakan dan akan dilakukan ke depan,” katanya.
Ia juga menyebut IPI menjadi pengikat emosional bagi para pustakawan untuk saling menguatkan satu sama lain.
“Tidak ada di AI itu ketika kita bekerja secara profesional dan ikhlas,” pungkas Hasan Sijaya.
Sejumlah pejabat struktural dan fungsional Dispusarsip Sulsel turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Dinas Dra. Andi Sucianita, Kepala Bidang Perpustakaan Drs. H. Andi Sangkawana, M.Si., Kepala UPT Layanan Kaharullah, SE., MM., Nazaruddin, Zahir Juwana Ridwan, dan Syamsuddin.
Penulis, pegiat literasi, sekaligus Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan, Rusdin Tompo, juga hadir sebagai peserta dalam seminar tersebut.***


















