Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Kuliah Umum di Undiksha Bali, Rektor UCM Dr. Lukman Daris Perkenalkan Simbol Bugis Makassar

×

Kuliah Umum di Undiksha Bali, Rektor UCM Dr. Lukman Daris Perkenalkan Simbol Bugis Makassar

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com- Bali. Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM), Dr. Lukman Daris, S.Pi, M.Si menjadi pemateri pada kuliah umum di Universitas Pendidikan Ganesha, Selasa (12/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, Lukman tampil menggunakan batik merah bercorak aksara lontara serta mengenakan songkok biring atau recca, yang merupakan simbol budaya masyarakat Bugis-Makassar.

Example 300x600

Aksara lontara sendiri dikenal sebagai warisan intelektual masyarakat Bugis-Makassar yang sejak dahulu digunakan dalam penulisan sejarah, petuah, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.

Sementara songkok recca menjadi simbol kehormatan, identitas, dan nilai kesopanan dalam budaya Bugis-Makassar.

Menurut Lukman, kehadirannya di Bali bukan hanya untuk berbagi gagasan akademik, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

“Bali merupakan daerah wisata dengan kekayaan budaya yang telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia. Karena itu, saya juga merasa bangga dapat memperkenalkan identitas budaya saya sebagai orang Bugis-Makassar. Pakaian yang saya kenakan hari ini bukan sekadar busana, tetapi juga simbol nilai, kehormatan, dan kearifan budaya Bugis-Makassar sebagai bagian dari keberagaman budaya nusantara,” ujarnya disambut aplause mahasiswa.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Ethnoscience and Local Wisdon”. Lukman membawakan materi berjudul  “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berorientasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Kultural di wilayah pesisir Sulawesi”.

Pada materinya, Lukman memaparkan hasil penelitian mengenai kearifan lokal masyarakat pesisir di Kepulauan Sapuka dan Kepulauan Wakatobi. Penelitian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan wilayah pesisir harus dibangun melalui penghormatan terhadap sumber daya kultural, penguatan kelembagaan lokal, pengakuan terhadap peran perempuan, serta kolaborasi antara ilmu pengetahuan akademik dan pengetahuan masyarakat lokal.

Menurutnya, budaya lokal bukan sekadar identitas, tetapi juga dapat menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Pada kunjungannya ke Bali, Rektor didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UCM, Muh. Agung G.Tanrasula. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *