BERITASEMBILANCom-Makassar. Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Makassar, Drs Suarman, M.Pd, berharap KONI Makassar segera menyalurkan anggaran untuk mendukung keikutsertaan atlet dayung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Bone. PORPROV Sulsel XVIII Tahun 2026 akan diselenggarakan 7–14 November 2026 dengan Kabupaten Bone dan Wajo sebagai tuan rumah bersama.
Harapan tersebut disampaikan Suarman kepada media, Ahad sore (1/11/2026), menjelang keberangkatan rombongan PODSI Makassar pada 4 November 2026.
Rombongan dijadwalkan dilepas langsung oleh manajer tim yang juga Wakil Ketua PODSI Makassar, Kompol Dr Andi Rahmatullah.
Menurut Suarman, tim canoeing telah lebih dahulu berangkat ke Bone pada 25 Oktober 2026. Biaya keberangkatan tim tersebut ditanggung pelatih dan pengurus karena, hingga saat itu, anggaran dari KONI Makassar belum diterima.
“Biaya keberangkatannya dibiayai oleh pelatih dan pengurus karena anggaran belum ada dari KONI Makassar,” ujar Suarman.
Menjelang keberangkatan rombongan berikutnya, ia meminta pencairan anggaran segera dilakukan agar kebutuhan kontingen dapat terpenuhi.
“Kami sangat berharap KONI segera menyalurkan anggaran rakyat yang telah dititipkan di KONI untuk kepentingan cabang olahraga yang akan membawa nama harum Kota Makassar,” katanya.
Suarman mengungkapkan, keterbatasan pembiayaan juga berdampak pada penginapan atlet. Para atlet dayung Makassar ditempatkan di beberapa pondokan dengan menggunakan dana masing-masing.
Menurutnya, pengorbanan atlet, pelatih, dan pengurus tersebut dilandasi keinginan mempersembahkan prestasi bagi Kota Makassar.
Meski menghadapi kendala anggaran dan sarana, Suarman menegaskan PODSI Makassar tetap optimistis merebut juara umum cabang olahraga dayung.
Ia menyebut terdapat 40 medali emas yang diperebutkan. PODSI Makassar bertekad melampaui perolehan pada Pra-Porprov, yakni 17 emas, 11 perak, dan delapan perunggu.
“Walaupun KONI tidak memberikan bantuan sarana dan prasarana, kami tetap optimistis merebut juara umum dan melampaui perolehan 17 medali emas pada Pra-Porprov,” ujarnya.
Suarman menilai peluang peningkatan prestasi akan lebih besar apabila persiapan atlet didukung peralatan yang memadai. Ia juga menyayangkan pengurangan jumlah atlet yang, menurutnya, dilakukan KONI Makassar.
Menurut Suarman, jika sejak awal jumlah atlet tidak dikurangi dan tim memperoleh dukungan peralatan baru, peluang meningkatkan raihan perak menjadi emas akan lebih terbuka.
Ia turut menyinggung target 200 medali emas yang disampaikan Wali Kota Makassar saat pelepasan kontingen. Menurutnya, target tersebut membutuhkan kerja sama yang kuat antara KONI, pengurus cabang olahraga, dan pelatih.
“Itu bukan hal yang mudah untuk kita capai. Akan tetapi, kalau KONI bersinergi dengan para ketua cabang olahraga dan pelatih, bisa saja melebihi target,” katanya.***


















