BERITASEMBILAN.Com – Makassar. Civitas akademika Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar tengah berduka. Salah seorang dosen terkemuka, Dr. Sudirman Muhammadiyah, S.Pd, M.Si, meninggal dunia Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 09.10 WITA di Puskesmas Perummas Antang, Makassar.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPRI, Dr. Supardi Salam, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum.
Saat ditemui di rumah duka di Jalan Hukum I, Blok E/No.85, Dr. Supardi menyampaikan, Dr. Sudirman adalah sosok produktif dan kreatif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
Almarhum Dr. Sudirman lahir di Cennoe, Soppeng pada 31 Desember 1970. Ia menghabiskan masa kecilnya di Soppeng dan menempuh pendidikan dasar di SDN 83 Cennoe Soppeng (1984), SMP Muhammadiyah Belo Soppeng (1989), dan SMAN 2 Soppeng (1990). Beliau melanjutkan pendidikan tinggi di Program Studi Pendidikan Masyarakat Pancasila dan Kewarganegaraan (PMP PIPS) FKIP UPRI, lulus pada 1994.
Pendidikan lanjutannya meliputi gelar Magister Sosiologi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) pada tahun 2001, dan gelar Doktor Sosiologi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 2015. Disertasinya yang berjudul Perilaku Politik Elit: Studi Fenomenologi Elit Adat pada Pilkada Kabupaten Soppeng menjadi kontribusi penting dalam kajian sosiologi dan politik.
Sebagai seorang akademisi, almarhum Dr. Sudirman telah menulis sejumlah buku, di antaranya Membaca Perubahan Sosial dan Peradaban (2021), Budaya Politik Politik Budaya (2024), Oemar Bakri (2025), Sosiologi Masyarakat Desa (2025), Sosiologi Masyarakat Desa dan Kota (2025), dan Sosiologi Komunikasi: Gagasan Sembilan Tokoh Klasik Hingga Era Digital (2025)
Dekan FKIP UPRI, Dr. Supardi Salam, menambahkan, merasa kehilangan sangat besar atas berpulangnya Dr. Sudirman. Beliau bukan hanya seorang dosen yang berdedikasi tinggi, tetapi juga seorang pengajar yang penuh semangat dan inovatif, katanya.
Sosok almarhum selalu mengedepankan pemikiran kritis dan kreatif dalam setiap proses pembelajaran. “Sebagai akademisi, beliau tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk berpikir lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karya-karya beliau buku dan artikel ilmiah pada jurnal, bukti nyata dedikasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Dr. Sudirman dikenal sebagai sosok yang humble dan memiliki integritas tinggi, menjadikannya teladan bagi rekan sejawat dan mahasiswa.
“Tidak hanya sebagai dosen, beliau juga merupakan mentor yang selalu memberikan inspirasi dalam setiap langkah. Kehilangan ini adalah kehilangan yang sangat besar, namun kenangan dan kontribusi beliau akan tetap hidup di hati kami,” tutup Dr. Supardi. ***


















